Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Ops Damai Cartenz Ungkap Hasil Visum dan Komitmen Selidiki Kasus

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:02 WIB
Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Ops Damai Cartenz Ungkap Hasil Visum dan Komitmen Selidiki Kasus
Pelaksanaan Ibadah dan Penghormatan terakhir kepada jenazah Mr. Nicolas Francis Gosselin (Pilot Pesawat AMA PK-RCY) [Dok. Polri]

astakom.com, Jakarta — Dunia penerbangan kembali berduka setelah Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengonfirmasi berita duka yang vibes-nya bener-bener bikin syok nasional sekaligus internasional.

Pilot maskapai PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), seorang warga negara Amerika Serikat, dipastikan meninggal dunia akibat luka tembak. 

Insiden tragis yang berujung lost nyawa ini terjadi setelah kelompok bersenjata menyerang dan membakar pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Proses evakuasi jenazah korban langsung dilakukan secara gercep oleh aparat dan pihak terkait melalui jalur udara. Setelah diterbangkan dari Timika, jenazah tiba di Jayapura, kemarin sore sekitar pukul 17.30 WIT dan langsung disambut dengan prosesi ibadah penguatan emosional yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You.

Proses evakuasi dan visum jenazah

Pihak medis dari RSUD Bhayangkara yang dipimpin dr. Rommy Sebastian kemudian langsung melakukan visum, di mana tim dokter menemukan injury parah berupa jalur peluru yang masuk lewat pipi kiri dan tembus ke area telinga kanan hingga menyebabkan patah tulang maksila.

"Terdapat Luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, Luka lecet pada sisi kanan kepala, Patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," ungkap dr Rommy, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Sabtu (04/07/2026).

"Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death," sambungnya.

Bantahan hoaks terkait PT AMA

Di sisi lain, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, langsung menepis keras narasi liar yang berseliweran di media sosial. Ia menegaskan bahwa rumor yang menuduh PT AMA terlibat aktivitas terselubung di luar misi kemanusiaan adalah hoaks total.

Setelah cross-check langsung dengan pihak manajemen maskapai dan Keuskupan Jayapura, aparat memastikan bahwa Captain Nicholas dan PT AMA murni beroperasi demi pelayanan gereja dan membantu logistik masyarakat pedalaman Papua.

"Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini," ujar Yusuf.

"Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini," lanjutnya.

Penyelidikan kelompok pelaku dan motif

Sementara itu, tim Satgas Gakkum yang dipimpin Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata langsung bergerak full force melakukan investigasi mendalam, mulai dari stalking pergerakan media sosial hingga memeriksa saksi-saksi di TKP.

Berdasarkan profil awal, pelaku penyerangan ini tergolong faksi baru yang rehab-nya masih dipantau, di mana penyidik masih mendalami connection atau link antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak.

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo," ucapnya.

Kelompok baru ini terdeteksi sempat menyebarkan ancaman wilayah, mengklaim bahwa jalur penerbangan tersebut adalah daerah operasi mereka.

"Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga," terang Kasatgas Gakkum.

Komitmen usut tuntas kasus

Guna memberikan kepastian hukum yang transparan Satgas Operasi Damai Cartenz berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional.

Pihak berwenang tidak akan tinggal diam dan terus mengidentifikasi kepemilikan senjata serta memburu para pelaku yang terlibat.

Penghormatan terakhir pun mengalir deras bagi sang pilot yang selama ini sudah mendedikasikan hidupnya demi misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah tersulit Papua. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Insiden tewasnya pilot PT AMA, Captain Nicholas F. Goselin, jadi pengingat bahwa tantangan keamanan di Papua masih berdampak nyata, bahkan terhadap misi kemanusiaan. Di tengah beredarnya berbagai spekulasi, aparat menegaskan bahwa PT AMA selama ini fokus melayani kebutuhan masyarakat pedalaman dan pelayanan gereja, sekaligus memastikan kasus ini diusut hingga tuntas. Harapannya, penegakan hukum berjalan transparan agar pelaku bertanggung jawab dan ruang aman bagi aktivitas kemanusiaan di Papua tetap terjaga.

Satgas Damai Cartenz Operasi Damai Cartenz-2026 Papua Pegunungan Pilot WN Amerika Captain Nicholas F. Goselin

Infografis

Terkini