Presiden Jerman Desak Reformasi PBB demi Selamatkan Tatanan Global
astakom.com, Jakarta – Menyoroti situasi dunia, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memperingatkan kalau hukum dan aturan internasional kini berada di bawah tekanan luar biasa.
Pada Senin, (29/06/2026) ia mendesak adanya pembaruan komitmen global untuk saling bekerja sama, serta menekankan pentingnya reformasi PBB agar lembaga tersebut menjadi lebih kuat.
Aturan internasional terancam
Saat membuka Konferensi Keberlanjutan Hamburg, Steinmeier mengungkapkan kalau dunia saat ini sedang melangkah ke dalam sebuah era di mana norma-norma internasional yang telah ada selama ini justru semakin terancam.
"Kita hidup di zaman ketika aturan internasional yang telah membimbing kita selama beberapa dekade terancam, ketika beberapa negara kuat tidak lagi mengakui aturan-aturan ini dan dengan berani melanggarnya ketika aturan-aturan tersebut menghalangi kepentingan kekuasaan mereka sendiri," tuturnya, dilansir dari Anadolu Ajansi pada Selasa, (30/06/2026).
Dominasi politik kekuasaan
Menurutnya, politik global kini semakin didominasi oleh konfrontasi, pemikiran zero-sum, serta politik kekuasaan mutlak. Kondisi ini dinilai mulai menggeser fondasi sistem internasional yang selama ini dibangun di atas asas kerja sama.
"Semangat kebrutalan dan kekejaman sedang melanda politik internasional," lanjut Steinmeier.
Multilateralisme harga mati
Meski demikian, Steinmeier menegaskan kalau berpaling dari kerja sama multilateral bukanlah sebuah solusi.
"Penarikan diri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menjadi tindakan yang picik dan fatal. Namun demikian, PBB harus berubah, harus menjadi lebih efisien dan efektif, harus membuktikan bahwa ia dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada para pemimpin otoriter dengan fantasi kemahakuasaan mereka," tuturnya. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Intinya, dunia lagi gak baik-baik aja karena negara-negara gede mulai egois dan hobi flexing kekuasaan sambil nabrak aturan hukum internasional. Presiden Jerman ngasih peringatan keras: kita gak bisa cuek atau jalan sendiri-sendiri, kuncinya ada di reformasi PBB biar gak tumpul dan bisa beneran nge-colek para pemimpin otoriter yang ngerasa paling berkuasa.








