Update Gempa Kembar Venezuela: Bagaimana Kondisi WNI? Berikut Keterangan dari Kemenlu
astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi aman pascagempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang negara tersebut.
Kondisi WNI & KBRI Aman
"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 (tiga) orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat. Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta dalam keadaan baik dan seluruh staf dalam keadaan selamat," tutur juru bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, dikutip oleh astakom,com pada Minggu, (28/6/2026).
Antisipasi gempa susulan
Lebih lanjut, Yvonne menjelaskan kalau KBRI terus memantau pembaruan informasi dari pemerintah setempat guna mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. Pihaknya juga telah mengaktifkan jalur komunikasi darurat untuk memantau situasi secara berkala.
"Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala. KBRI terus memantau informasi resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan bahaya pesisir," jelasnya.
Layanan hotline darurat
Terkait situasi tersebut, Yvonne mengimbau seluruh WNI di Venezuela untuk tetap tenang dan mematuhi setiap arahan dari otoritas setempat. Bagi warga yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut, KBRI Caracas telah menyediakan layanan hotline di nomor +58 4120217263 atau +58 4122340100.
"Seluruh WNI yang berada di Venezuela diimbau untuk terus waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan apabila membutuhkan bantuan segera menghubungi hotline KBRI Caracas di +58 4120217263 / +58 4122340100 atau hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri di +62 812-9007-0027," ucapnya.
Menyikapi bencana kembar ini, Pemerintah Indonesia mengutarakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat Venezuela. Harapan besar juga disematkan agar situasi di negara tersebut dapat segera pulih dan bangkit kembali.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat," ucapnya.
Selain kondisi para WNI, Heni juga memastikan bahwa seluruh staf yang bertugas di KBRI Caracas berada dalam keadaan selamat tanpa kurang apa pun.
"Gedung kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti,” tutur Heni.
Venezuela darurat nasional
Situasi di Venezuela semakin genting setelah Pemimpin Sementara, Delcy Rodríguez, mengumumkan status keadaan darurat nasional. Langkah ini diambil usai negara tersebut dihantam dua gempa bumi besar dan lebih dari 20 guncangan susulan, yang berujung pada kerusakan parah infrastruktur serta penutupan total bandara utama.
Melansir laporan AFP, Delcy Rodriguez mengonfirmasi kalau Bandara Internasional Maiquetia yang berada di dekat Caracas terpaksa ditutup akibat mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Langkah ini diambil setelah dua gempa besar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 merusak sejumlah bangunan di wilayah ibu kota.
Melalui pidato yang disiarkan secara nasional di televisi, Rodríguez mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam bencana tersebut. Ia turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, meski dalam kesempatan itu dirinya belum merinci total jumlah korban yang meninggal dunia.(nAD/aRsp)









