BMKG Sebut El Nino 2026 Berpotensi Kuat, Dampaknya Bisa Sampai ke Pangan hingga Kesehatan

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 30 Juni 2026 | 19:01 WIB
BMKG Sebut El Nino 2026 Berpotensi Kuat, Dampaknya Bisa Sampai ke Pangan hingga Kesehatan
Panas Makin Terasa? BMKG Sebut El Nino 2026 Berpotensi Kuat, Dampaknya Bisa Sampai ke Pangan hingga Kesehatan (BMKG)

astakom.com, Jakarta - Cuaca panas yang belakangan terasa lebih menyengat di berbagai daerah ternyata bukan sekadar perasaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena El Nino 2026 kini telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen. Kondisi tersebut diperkirakan akan memperkuat musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia dan meningkatkan risiko berbagai dampak, mulai dari berkurangnya curah hujan, kekeringan, hingga ancaman terhadap sektor pangan dan kesehatan.

Melansir dari pernyataan resmi, BMKG menjelaskan El Nino merupakan fenomena iklim global yang dapat memengaruhi pola hujan di Indonesia. Saat fenomena ini terjadi bersamaan dengan musim kemarau, kondisi kering berpotensi menjadi lebih dominan dibandingkan kondisi normal. Karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai sektor diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus pada cuaca panas yang dirasakan saat ini, tetapi juga memahami potensi dampak lanjutan yang dapat muncul apabila musim kemarau berlangsung lebih kering dan lebih panjang.

El Nino diprediksi makin kuat

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan fenomena El Nino terus berkembang dan berpotensi mencapai kategori kuat pada 2026. Kondisi tersebut diperkirakan akan memengaruhi distribusi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama selama puncak musim kemarau.

"Fenomena El Nino merupakan fenomena iklim global yang memengaruhi distribusi curah hujan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Namun perlu dipahami bahwa El Nino dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda. Musim kemarau merupakan siklus tahunan, sedangkan El Nino terjadi secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau," jelas Faisal.

BMKG memperkirakan El Nino dapat berlangsung selama 9 hingga 12 bulan. Meski demikian, hal itu bukan berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut. Dampak paling besar justru muncul ketika El Nino bertepatan dengan musim kemarau.

"Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Nino, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan," sambung Faisal.

Sejumlah wilayah berpotensi mengalami dampak lebih besar

BMKG memprediksi dampak El Nino akan lebih terasa di wilayah:

  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Sumatra (Sebagian bagian selatan)
  • Kalimantan (Bagian selatan)
  • Sulawesi
  • Papua bagian selatan

Pada periode Juli hingga Oktober 2026, curah hujan di wilayah tersebut diperkirakan berada di bawah rata-rata klimatologis.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan ketersediaan air, hingga memperbesar peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, kualitas udara juga dapat menurun akibat meningkatnya konsentrasi polutan selama musim kemarau.

BMKG turut mengingatkan bahwa dampak El Nino tidak hanya dirasakan pada kondisi cuaca, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga gangguan kesehatan akibat paparan suhu panas perlu diantisipasi, terutama bagi kelompok rentan.

BMKG minta semua sektor bersiap

Melansir dari pernyataan resmi BMKG pada Selasa,(30/6/2026) dampak El Nino dapat menjalar ke berbagai sektor apabila tidak diantisipasi sejak dini. Di sektor pertanian, berkurangnya curah hujan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, hingga meningkatkan risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Sementara itu, pengelolaan sumber daya air dan energi juga perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi iklim. BMKG mendorong pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar dalam menyusun strategi mitigasi, mulai dari pengaturan irigasi, pengelolaan waduk, hingga perencanaan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

BMKG menegaskan bahwa upaya menghadapi dampak El Niño memerlukan koordinasi seluruh pihak, mengingat setiap daerah memiliki karakteristik iklim yang berbeda. Dan Indonesia mempunyai iklim yang sangat bermacam disebabkan terbagi dalam 699 Zona Musim(ZOM), berdaampak strategi mitigasi adaptasi perlu menyesuaikan dengan keadaan tiap daerah.

"Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor. Risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat perlu diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan," jelas Faisal.

Mengakhiri paparannya, Kepala BMKG optimistis Indonesia dapat lebih siap menghadapi dampak fenomena iklim tersebut apabila seluruh pihak bergerak bersama.

"Saya yakin, dengan koordinasi lintas sektor yang kuat, akan membuat kita bangsa Indonesia jauh lebih tangguh dan siap dalam menghadapi fenomena iklim ini," tutupnya. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Kalau akhir-akhir ini cuaca terasa makin panas, ternyata ada penjelasan ilmiahnya. BMKG menyebut El Nino tahun ini berpotensi masuk kategori kuat dan bisa memperparah kondisi kering saat musim kemarau berlangsung. Dampaknya bukan cuma bikin gerah, tetapi juga bisa memengaruhi ketersediaan air, pertanian, kualitas udara, hingga kesehatan. Karena itu, selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, jangan lupa rutin mengecek informasi cuaca resmi BMKG agar bisa lebih siap menghadapi perubahan kondisi di daerahmu.

BMKG El Nino El Nino Godzilla Cuaca Ekstrem Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani

Infografis

Terkini

Gus Alex Kembali Diperiksa KPK

Staf Khusus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex usai diperiksa, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

Footage 20:10 WIB

Japto Penuhi Panggilan KPK

Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno memenuhi panggilan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Footage 18:03 WIB