Kebijakan Pelatnas Multiyears Presiden Prabowo Banjir Dukungan dari Asosiasi Cabor

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: AR Purba
Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB
Kebijakan Pelatnas Multiyears Presiden Prabowo Banjir Dukungan dari Asosiasi Cabor
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan pelatih Timnas Indonesia John Herdman, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). (Astakom/TMP)

astakom.com, Jakarta — Komitmen Presiden Prabowo Subianto menata ekosistem olahraga nasional lewat penerapan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang dengan skema anggaran multiyears mendapat sambutan hangat. Kebijakan yang diinisiasi oleh Menpora Erick Thohir ini dinilai menjadi jawaban atas keresahan induk organisasi cabang olahraga (cabor) yang selama ini terbentur sistem penganggaran tahunan.

Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pembinaan atlet menuju panggung internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade tidak bisa dilakukan secara instan. Kebijakan baru ini pun telah disetujui langsung oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2026).

"Kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears. Dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita," ujar Menpora Erick Thohir.

Asosiasi olahraga mendukung

Dukungan konkret ini langsung direspons positif oleh tiga federasi olahraga besar tanah air, yakni angkat besi (PB PABSI), pencak silat (PB IPSI), dan wushu (PB WI). Ketiganya sepakat bahwa kepastian anggaran jangka panjang adalah kunci utama untuk melahirkan juara dunia baru.

Ketua Umum PB PABSI, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa skema ini sangat sejalan dengan sistem mandiri yang diterapkan cabornya sejak 2015, di mana atlet muda dibina secara terpusat tanpa pemulangan.

"Kami percaya, prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan," kata Rosan, Senin (22/6/2026) sembari menambahkan bahwa pendekatan ini terbukti sukses menyumbang emas Olimpiade 2024.

Target Olimpiade

Senada dengan Rosan, Ketua Umum PB IPSI yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Sugiono, melihat kebijakan ini sebagai amunisi penting untuk memperluas eksistensi pencak silat agar semakin mendunia hingga mampu menembus target ekshibisi Olimpiade.

"Bagi pencak silat, keberlanjutan pembinaan merupakan fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet berprestasi. Dukungan pemerintah terhadap pelatnas multiyears menjadi langkah strategis yang memberikan kepastian program pembinaan," tegas Sugiono, Kamis (25/6/2026).

Dari sudut pandang cabor wushu, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto ikut mengamini bahwa sistem multiyears dan gagasan pengembangan akademi olahraga sejak usia dini akan menggaransi regenerasi atlet berprestasi secara berkelanjutan, mencontoh kesuksesan Lindswell Kwok dan Edgar Xavier Marvelo.

"Bagi cabang olahraga Wushu, program ini sangat penting karena prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Seorang atlet membutuhkan proses pembinaan yang panjang, terstruktur, dan dimulai dari usia dini untuk mencapai tingkat dunia," pungkas Airlangga, Jumat (26/6/2026).

Melalui keselarasan visi antara pemerintah pusat dan federasi, Indonesia kini optimistis dapat membangun fondasi olahraga yang lebih kompetitif, inklusif, dan disegani di kancah global. (ACwan/aRsp)

Gen Z Takeaway

Fix, gak ada lagi drama proyek instan! Kebijakan Presiden Prabowo dan Menpora Erick Thohir yang nge-approve anggaran multiyears buat Pelatnas jangka panjang langsung di-support penuh sama bos-bos cabor Angkat Besi (Rosan Roeslani), Pencak Silat (Sugiono), dan Wushu (Airlangga Hartarto). Mereka kompak bilang kalau mau nyetak atlet spek juara dunia tuh butuh proses bertahun-tahun dan budget yang pasti dari grassroot, gak bisa yang serba dadakan. Pokoknya ekosistem olahraga Indonesia otw naik kelas dan siap bantai di Olimpiade!

Erick Thohir John Herdman kemenpora

Infografis

Terkini