Sufmi Dasco Terima Audiensi dengan Perwakilan Guru Honorer, Salah Satunya Bahas Pengangkatan Jadi ASN
astakom.com, Jakarta — Isu kesejahteraan guru honorer tampaknya bakal segera nemu titik terang setelah dapet atensi langsung dari top tier petinggi legislatif dan eksekutif.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bareng jajaran pemerintah gercep berkomitmen buat menindaklanjuti aspirasi dari DPP Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) demi mendongkrak well-being para tenaga pendidik.
Pertemuan penting ini validated lewat unggahan di akun Instagram pribadi @sufmi_dasco, pasca mereka menggelar audiensi santai tapi intens di ruang pimpinan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (29/06/2026).
"Dalam audiensi ini, banyak hal yang disampaikan mulai dari pengangkatan guru honorer menjadi ASN, pengangkatan guru PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK dan pengkatan guru PPPK menjadi PNS, kemudian terkait Inpassing atau penyetaraan serta beberapa hal yang berkaitan dengan pendidikan," ujar Dasco, dikutip Selasa, (30/06/2026).
Mensesneg turut hadir
Terlihat agenda ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi I Budisatrio Djiwandono dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Sinergi lintas lembaga ini jadi sinyal kuat kalau pemerintah dan parlemen emang lagi lowkey nyiapin skema konkret buat menjawab keresahan para guru honorer.
Kolaborasi menindaklanjuti aspirasi masyarakat
Dasco menegaskan bahwa DPR dan pemerintah gak bakal silent. Pertemuan ini jadi bukti nyata real action mereka buat mengawal permintaan FAGAR sampai tuntas, sekaligus bentuk apresiasi tertinggi buat masa depan para pahlawan tanpa tanda jasa.
“DPR RI bersama Pemerintah berkomitmen dalam hal menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam hal ini DPP FAGAR dan perwakilan guru honorer, yang merupakan langkah nyata demi kesejahteraan guru dan tenaga pendidikan di Indonesia” pungkas Dasco. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Audiensi antara DPR, pemerintah, dan perwakilan guru honorer menjadi sinyal positif bahwa isu kesejahteraan tenaga pendidik mulai mendapat perhatian serius. Meski masih menunggu tindak lanjut konkret, komitmen untuk membahas status kepegawaian dan penyetaraan diharapkan bisa memberi kepastian yang lebih baik bagi para guru honorer di masa depan.







