AI Meta Jadi Celah, Sejumlah Akun Instagram Dilaporkan Sempat Diambil Alih Peretas
astakom.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan artifisial (AI) kini semakin banyak digunakan untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai kendala akun secara lebih cepat. Namun, sebuah insiden yang melibatkan layanan bantuan AI milik Meta baru-baru ini memicu perhatian setelah sejumlah akun Instagram dilaporkan sempat diambil alih oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Kasus tersebut menjadi sorotan karena pelaku tidak dilaporkan membobol server atau mencuri kata sandi pengguna secara langsung. Sebaliknya, mereka diduga memanfaatkan celah pada alur bantuan akun yang tersedia melalui chatbot AI untuk mengubah informasi akun target.
Melansir TechCrunch pada Rabu (03/06/2026), beberapa akun yang terdampak bahkan berasal dari tokoh publik dan institusi ternama. Meta menyatakan masalah tersebut telah diperbaiki, meski hingga kini belum mengungkap jumlah pengguna yang terkena dampak.
Modus lewat chatbot
Menurut laporan TechCrunch, pelaku diduga memanfaatkan Meta AI Support Assistant untuk menambahkan alamat email baru ke akun yang menjadi sasaran. Dalam demonstrasi yang beredar, pelaku terlebih dahulu menggunakan VPN sebelum berinteraksi dengan chatbot tersebut.
Setelah alamat email baru berhasil ditambahkan, sistem mengirimkan kode verifikasi ke alamat yang telah dimasukkan. Kode tersebut kemudian digunakan untuk melanjutkan proses perubahan kredensial akun.
Proses itu dilaporkan memungkinkan pelaku mengubah kata sandi akun tanpa perlu mengakses alamat email asli yang terhubung dengan akun korban.
Akun publik terdampak
Melansir dari TechCrunch, bahwa beberapa akun yang terdampak mencakup akun Instagram Gedung Putih era Presiden Barack Obama yang sudah tidak aktif sejak 2017, akun Kepala Bintara Tertinggi Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat John Bentivegna, serta peneliti keamanan siber Jane Wong.
Wong mengaku mulai menyadari adanya aktivitas tidak biasa ketika kata sandi akunnya berubah tanpa sepengetahuannya. Dalam waktu yang hampir bersamaan, ia juga menerima sejumlah permintaan pengaturan ulang kata sandi.
"Kata sandi saya berubah tanpa sepengetahuan saya dan sepanjang kemarin saya menerima berbagai upaya pengaturan ulang kata sandi," kata Wong, dikutip TechCrunch pada Rabu, (03/06/2026).
Selain itu, laporan serupa juga muncul dari sejumlah pengguna di Reddit dan X yang mengaku kehilangan akses ke akun mereka setelah terjadi perubahan data akun yang tidak dilakukan oleh pemilik aslinya.
Celah sudah ditutup
Melansir The Verge dan Business Insider, insiden ini memunculkan perhatian terhadap penggunaan AI dalam layanan yang berkaitan dengan keamanan akun dan verifikasi identitas pengguna.
Sejumlah pengamat keamanan siber menilai kasus tersebut menunjukkan pentingnya lapisan pengamanan tambahan dalam sistem otomatis agar tidak mudah dimanfaatkan untuk tindakan yang tidak semestinya.
Menanggapi laporan yang beredar, juru bicara Instagram Andy Stone menyatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki. Namun, Meta belum mengungkap jumlah pengguna yang mungkin terdampak akibat insiden tersebut.
Kasus ini menjadi salah satu contoh bagaimana perkembangan teknologi AI dapat menghadirkan manfaat dalam layanan digital, sekaligus menuntut penguatan aspek keamanan agar fitur yang dirancang untuk membantu pengguna tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Perkembangan AI membuat banyak layanan digital menjadi lebih cepat dan praktis, tetapi keamanan tetap menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Kasus ini menunjukkan bahwa fitur bantuan akun pun perlu memiliki perlindungan yang kuat agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Bagi pengguna, menjaga keamanan akun dengan autentikasi dua faktor (2FA) dan rutin memeriksa aktivitas login tetap menjadi langkah penting di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi AI.









