China Perkenalkan Teknologi 'Payung Luar Angkasa' untuk Internet Satelit

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 25 Mei 2026 | 16:46 WIB
China Perkenalkan Teknologi 'Payung Luar Angkasa' untuk Internet Satelit
Antena payung luar angkasa berkinerja tinggi yang dapat dilipat (L) disandingkan dengan gambar payung terbuka untuk menunjukkan kesamaan dalam desain bentuk terbukanya. [Galaxy Space]

astakom.com, Jakarta - Persaingan teknologi internet satelit global terus berkembang. Di tengah meningkatnya kebutuhan koneksi berbasis satelit, perusahaan antariksa swasta asal China, GalaxySpace, memperkenalkan teknologi antena baru yang dijuluki “space umbrella” atau payung luar angkasa.

Dilansir dari media internasional CGTN pada Senin, (25/05/2026), antena tersebut dirancang dapat dilipat menjadi sangat ringkas saat peluncuran roket, lalu terbuka otomatis ketika sudah berada di orbit Bumi.

GalaxySpace menyebut teknologi ini sebagai antena deployable performa tinggi pertama di China yang dikembangkan perusahaan antariksa swasta untuk mendukung satelit orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO).

Dirancang hemat ruang

Antena komunikasi satelit umumnya memiliki ukuran besar agar mampu memancarkan dan menerima sinyal lebih optimal. Namun di sisi lain, ruang penyimpanan di dalam roket peluncur sangat terbatas.

Karena itu, GalaxySpace mengembangkan sistem antena yang dapat dilipat saat proses peluncuran dan kembali terbuka ketika sudah berada di orbit.

Dalam laporan CGTN disebutkan, antena tersebut “designed to fold into a compact shape during launch and then deploy in orbit to form a large communication reflector.”

Sementara itu, media internasional Global Times melaporkan antena ini diklaim mampu menghadirkan performa komunikasi hingga 10 kali lebih tinggi dibanding antena generasi sebelumnya milik perusahaan.

Laporan tersebut juga menyebut struktur antena dapat dipadatkan hingga kurang dari 12 persen ukuran penuhnya ketika disimpan di dalam roket.

Dukung koneksi smartphone

Selain untuk komunikasi satelit umum, teknologi “space umbrella” juga diproyeksikan mendukung direct-to-cell atau koneksi langsung dari satelit ke smartphone.

Mengutip laporan CGTN, GalaxySpace menilai antena tersebut nantinya dapat bekerja bersama antena panel datar satelit untuk mendukung komunikasi langsung ke perangkat seluler di masa depan.

Teknologi seperti ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan industri internet satelit global karena dinilai berpotensi membantu akses jaringan di wilayah terpencil, area blank spot, hingga kondisi darurat ketika jaringan komunikasi darat terganggu.

Global Times juga melaporkan bahwa teknologi direct-to-phone kini mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem internet satelit generasi berikutnya.

Pengembangan satelit china

Kemunculan teknologi “space umbrella” menunjukkan bagaimana China terus memperluas pengembangan ekosistem internet satelit nasional.

Dikutip dari media nasional, China saat ini juga tengah mempercepat pembangunan mega-konstelasi satelit seperti Qianfan dan Guowang yang dipersiapkan untuk mendukung layanan internet satelit berskala besar.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari tren global dalam pengembangan komunikasi berbasis satelit orbit rendah yang beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Teknologi internet masa depan ternyata bukan cuma soal AI atau smartphone baru. Sekarang, persaingan juga mulai bergeser ke luar angkasa lewat satelit pintar dan sistem komunikasi orbit rendah. Inovasi seperti “space umbrella” menunjukkan bagaimana koneksi internet global ke depan bisa makin fleksibel, bahkan tetap aktif di daerah terpencil atau saat jaringan darat bermasalah.

Techno China Teknologi GalaxySpace Internet Satelit space umbrella

Infografis

Terkini