China Perkenalkan Teknologi 'Payung Luar Angkasa' untuk Internet Satelit
astakom.com, Jakarta - Persaingan teknologi internet satelit global terus berkembang. Di tengah meningkatnya kebutuhan koneksi berbasis satelit, perusahaan antariksa swasta asal China, GalaxySpace, memperkenalkan teknologi antena baru yang dijuluki “space umbrella” atau payung luar angkasa.
Dilansir dari media internasional CGTN pada Senin, (25/05/2026), antena tersebut dirancang dapat dilipat menjadi sangat ringkas saat peluncuran roket, lalu terbuka otomatis ketika sudah berada di orbit Bumi.
GalaxySpace menyebut teknologi ini sebagai antena deployable performa tinggi pertama di China yang dikembangkan perusahaan antariksa swasta untuk mendukung satelit orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO).
Dirancang hemat ruang
Antena komunikasi satelit umumnya memiliki ukuran besar agar mampu memancarkan dan menerima sinyal lebih optimal. Namun di sisi lain, ruang penyimpanan di dalam roket peluncur sangat terbatas.
Karena itu, GalaxySpace mengembangkan sistem antena yang dapat dilipat saat proses peluncuran dan kembali terbuka ketika sudah berada di orbit.
Dalam laporan CGTN disebutkan, antena tersebut “designed to fold into a compact shape during launch and then deploy in orbit to form a large communication reflector.”
Sementara itu, media internasional Global Times melaporkan antena ini diklaim mampu menghadirkan performa komunikasi hingga 10 kali lebih tinggi dibanding antena generasi sebelumnya milik perusahaan.
Laporan tersebut juga menyebut struktur antena dapat dipadatkan hingga kurang dari 12 persen ukuran penuhnya ketika disimpan di dalam roket.
Dukung koneksi smartphone
Selain untuk komunikasi satelit umum, teknologi “space umbrella” juga diproyeksikan mendukung direct-to-cell atau koneksi langsung dari satelit ke smartphone.
Mengutip laporan CGTN, GalaxySpace menilai antena tersebut nantinya dapat bekerja bersama antena panel datar satelit untuk mendukung komunikasi langsung ke perangkat seluler di masa depan.
Teknologi seperti ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan industri internet satelit global karena dinilai berpotensi membantu akses jaringan di wilayah terpencil, area blank spot, hingga kondisi darurat ketika jaringan komunikasi darat terganggu.
Global Times juga melaporkan bahwa teknologi direct-to-phone kini mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem internet satelit generasi berikutnya.
Pengembangan satelit china
Kemunculan teknologi “space umbrella” menunjukkan bagaimana China terus memperluas pengembangan ekosistem internet satelit nasional.
Dikutip dari media nasional, China saat ini juga tengah mempercepat pembangunan mega-konstelasi satelit seperti Qianfan dan Guowang yang dipersiapkan untuk mendukung layanan internet satelit berskala besar.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari tren global dalam pengembangan komunikasi berbasis satelit orbit rendah yang beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat. (deA/aNs)














