Spill Gizi Ikan Nila! Dari Lauk Harian Jadi Sumber Nutrisi Serba Fungsi
astakom.com, Jakarta - Ikan asal air, tawar ikan nila selama ini dikenal sebagai salah satu lauk yang mudah ditemukan dan terjangkau di Indonesia. Namun di balik itu, ikan ini ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap dan berperan penting bagi berbagai fungsi tubuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi astakom.com, berbagai ulasan kesehatan menyebut ikan nila mengandung nutrisi yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mendukung kesehatan organ vital seperti mata, otak, jantung, hingga sistem metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Kandungan tersebut membuat ikan nila kerap dipandang sebagai salah satu pilihan pangan yang sederhana namun memiliki nilai gizi yang kompleks untuk kebutuhan harian.
Kandungan gizi ikan nila
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi astakom.com dari berbagai sumber, dalam 100 gram ikan nila terdapat sekitar 26 gram protein dengan kandungan lemak yang relatif rendah. Selain itu, ikan ini juga mengandung vitamin B12, vitamin B3, fosfor, kalium, selenium, serta omega-3 yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi sel dan sistem saraf.
Selain itu, ikan nila juga disebut mengandung vitamin A, kalsium, zat besi, dan seng yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, membantu pembentukan sel darah, serta mendukung sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal.
Manfaat untuk tube
Kandungan protein pada ikan nila berperan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama serta mendukung pembentukan dan perbaikan jaringan otot. Hal ini membuatnya sering dikaitkan dengan pola makan sehat dan program pengelolaan berat badan.
Kandungan vitamin A dalam ikan nila juga berperan dalam menjaga kesehatan mata dan fungsi penglihatan, sementara selenium berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, omega-3 dalam ikan nila berkontribusi pada kesehatan otak dan jantung, termasuk membantu menjaga fungsi kardiovaskular. Sementara zat besi membantu mencegah anemia defisiensi besi, dan kalsium berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Dorongan ekspor dan data saying global
Melansir pemberitaan astakom.com sebelumnya pada Senin, (18/05/2026) ikan nila atau tilapia Indonesia kini mulai menunjukkan potensi kuat sebagai komoditas ekspor unggulan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut produk ini semakin diminati pasar internasional, terutama Amerika Serikat dan Eropa, seiring penguatan standar mutu dan keamanan produk perikanan nasional.
Dalam laporan yang sama, tilapia Indonesia juga diketahui telah menembus jaringan restoran di Inggris setelah memenuhi berbagai sertifikasi internasional. KKP menegaskan bahwa penerapan standar seperti GMP-SSOP, HACCP, hingga sertifikasi global seperti ASC menjadi kunci utama agar produk perikanan Indonesia dapat diterima di pasar global tanpa penolakan. (deA/aNs/aRsp)













