Satelit Nusantara Lima Diresmikan, Pemerintah Dorong Internet Merata hingga Pelosok

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 13 Mei 2026 | 07:27 WIB
Satelit Nusantara Lima Diresmikan, Pemerintah Dorong Internet Merata hingga Pelosok
Satelit Nusantara Lima Diresmikan, Pemerintah Dorong Internet Merata hingga Pelosok (ilustrasi / Foto Komdigi)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional dan memperluas akses internet di wilayah terpencil. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut satelit tersebut menjadi simbol penguatan kedaulatan digital Indonesia.

Satelit Nusantara Lima mulai beroperasi dengan kapasitas mencapai 160 Gbps. Pemerintah berharap infrastruktur digital baru itu mampu mempercepat pemerataan internet sekaligus mendukung ketahanan digital nasional.

Pengoperasian Satelit Nusantara Lima dinilai menjadi langkah strategis Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang lebih merata dan aman. Pemerintah menilai konektivitas digital harus memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kedaulatan digital

Menkomdigi mengatakan pula pengoperasian Satelit Nusantara Lima menunjukkan kehadiran Indonesia dalam pengembangan teknologi dan ruang antariksa.

Dalam acara peresmian di Jakarta Selatan, Senin (11/05/2026), Meutya menegaskan pemerintah ingin memperkuat posisi Indonesia di sektor digital kawasan.

“Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, tetapi juga di kawasan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia harus hadir di panggung internasional, termasuk ruang antariksa,” ujar Meutya dikutip dari laman resmi Komdigi pada Selasa, (12/05/2026).

Menurut Komdigi, satelit yang dikembangkan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersama PT Satelit Nusantara Lima itu memiliki kapasitas hingga 160 Gbps dan disebut menjadi salah satu satelit terbesar di Asia.

Internet merata

Pemerintah menilai tantangan transformasi digital Indonesia saat ini bukan hanya meningkatkan jumlah pengguna internet, tetapi juga memastikan akses yang setara di seluruh daerah.

Meutya mengatakan lebih dari 230 juta masyarakat Indonesia telah terkoneksi internet. Namun, masih ada sejumlah wilayah yang membutuhkan penguatan jaringan digital.

“Kita ingin setiap warga, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas, merasakan manfaat digital yang setara. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” katanya.

Menurutnya, keberadaan satelit menjadi solusi penting untuk membantu konektivitas di daerah yang sulit dijangkau jaringan darat maupun fiber optik.

Keamanan siber

Selain memperluas konektivitas, pemerintah juga menyoroti pentingnya perlindungan masyarakat di ruang digital.

Meutya menegaskan pembangunan infrastruktur digital harus memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keamanan publik dari ancaman siber.

“Tidak ada gunanya membangun konektivitas kalau ujungnya tidak meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Lebih dari itu, konektivitas harus menjaga masyarakat kita,” ujarnya.

Menkomdigi menambahkan pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri telekomunikasi dan teknologi guna membangun ekosistem digital nasional yang aman dan berkelanjutan. (deA/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Satelit Nusantara Lima bukan cuma soal internet cepat, tetapi juga tentang pemerataan peluang digital. Dengan koneksi yang lebih luas hingga daerah terpencil, akses belajar online, bisnis digital, pekerjaan jarak jauh, hingga ekonomi kreatif diharapkan semakin terbuka bagi generasi muda di seluruh Indonesia.

Meutya Hafid Menkomdigi Meutya Hafid komdigi Satelit Satelit Nusantara Lima Satelit Nusantara Lima (N5)

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB