Jangan Asal Pilih Hewan Kurban, Kemenkes Warning Risiko Anthrax Jelang Idul Adha 2026
astakom.com, Jakarta - Menjelang Idul Adha 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat lebih waspada terhadap risiko penyakit menular dari hewan kurban. Pemerintah menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan sejak proses pemilihan hewan hingga penyembelihan agar penularan penyakit zoonosis dapat dicegah.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan ada empat kewaspadaan utama yang perlu diperhatikan masyarakat selama momen kurban. Mulai dari memilih hewan sehat, menjaga higienitas saat kontak langsung, hingga pengelolaan limbah penyembelihan.
“Ada empat kewaspadaan utama yang harus betul-betul kita perhatikan untuk menjaga kesehatan masyarakat kita,” kata Andi Saguni dalam konferensi pers bersama Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, dikutip astakom.com pada Rabu, (13/05/2026).
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat tentang risiko penyakit zoonosis atau infeksi yang dapat menular antara hewan dan manusia, terutama saat aktivitas kurban meningkat menjelang Idul Adha.
Risiko penularan
Kemenkes menjelaskan penularan penyakit dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, hirupan udara, hingga konsumsi daging yang tidak matang sempurna. Salah satu penyakit yang menjadi perhatian pemerintah ialah antraks.
“Dan penyakit zoonosis adalah penyakit atau infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya,” ujar Andi.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli hewan yang terlihat sakit atau menunjukkan gejala tertentu. Kebersihan tangan setelah kontak dengan hewan ternak turut menjadi perhatian utama.
“Yang paling penting itu mencuci tangan dengan sabun,” kata Andi.
Proses penyembelihan
Selain proses pemilihan hewan, Kemenkes meminta masyarakat memperhatikan standar sanitasi saat penyembelihan hewan kurban. Petugas penyembelihan dianjurkan menggunakan perlengkapan pelindung seperti apron, masker, sarung tangan, dan sepatu bot.
Penggunaan masker disebut penting karena beberapa penyakit dapat menular melalui udara saat proses penyembelihan berlangsung.
“Standarnya itu harus pakai masker karena penyakit antraks dapat menular melalui inhalasi,” ujar Andi.
Kemenkes juga meminta hewan sehat dan sakit dipisahkan selama proses transportasi maupun penampungan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit di lokasi penjualan kurban.
Pengawasan hewan
Pengawasan kesehatan hewan kurban turut dilakukan lintas sektor menjelang Idul Adha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat berada dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.
Dilansir dari keterangan tertulis unggahan Instagram resmi Diskominfo Magetan pada Rabu (13/05/2026), pengawasan kesehatan hewan kurban juga dilakukan bersama Kementerian Pertanian dan dinas peternakan daerah. Terutama buat memastikan hewan yang dijual dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan. Darah dan limbah cair dianjurkan tidak dibuang langsung ke sungai. Sementara, lokasi penyembelihan diminta memiliki sanitasi yang baik dan mudah dibersihkan. (deA/aNs)
Gen Z takeaway
Idul Adha bukan cuma soal beli hewan kurban atau antre daging, tapi juga soal memastikan prosesnya aman buat semua orang. Dari pilih hewan sehat, cuci tangan setelah kontak, sampai pakai alat pelindung saat penyembelihan, hal-hal sederhana ini penting supaya momen kurban tetap higienis dan bebas risiko penyakit menular.













