Wah! Jalan Asia-Afrika Didorong Jadi Warisan Dunia UNESCO

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Senin, 20 April 2026 | 20:36 WIB
Wah! Jalan Asia-Afrika Didorong Jadi Warisan Dunia UNESCO
Jalan Asia-Afrika Didorong Jadi Warisan Dunia UNESCO (Pemprov Jabar)

astakom.com, Jakarta - Pemerintah Kota Bandung kembali mendorong kawasan Jalan Asia-Afrika untuk masuk daftar warisan dunia oleh UNESCO. Usulan ini sudah diajukan sejak Agustus 2025 dan kini masih dalam tahap kajian di pemerintah pusat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut proses ini tidak bisa instan karena harus didukung kajian akademis yang kuat serta pembuktian nilai sejarah secara global.

Pemerintah menargetkan kawasan ini bisa menjadi kandidat resmi dalam beberapa tahun ke depan.

Kawasan yang diajukan tidak hanya dipandang sebagai ruang kota biasa, tetapi bagian dari sejarah besar dunia yang berakar pada Konferensi Asia Afrika 1955. Dilansir dari Portal Jabar, momentum tersebut menjadi titik penting yang menempatkan Bandung sebagai pusat perhatian dunia dalam sejarah diplomasi global.

Jejak sejarah dunia dari Bandung

Sejarah kawasan ini tidak bisa dilepaskan dari Konferensi Asia Afrika 1955 yang digelar pada 18–24 April 1955. Peristiwa ini menjadi simbol persatuan negara-negara Asia dan Afrika dalam menghadapi kolonialisme dan ketegangan dunia pasca Perang Dunia II.

Dilansir dari Portal Jabar, latar belakang KAA berawal dari kondisi dunia yang masih penuh konflik setelah 1945. Banyak negara masih berada di bawah penjajahan, sementara dunia juga terbelah dalam ketegangan Blok Barat dan Blok Timur pada era Perang Dingin.

Dalam situasi itu, muncul gagasan untuk memperkuat solidaritas negara berkembang. Indonesia kemudian menjadi tuan rumah setelah keputusan dalam pertemuan di Bogor, dengan Bandung dipilih sebagai lokasi konferensi yang dihadiri 29 negara.

Makna sejarah di Jalan Asia-Afrika

Jalan Asia-Afrika menjadi saksi langsung momen bersejarah tersebut, ketika para delegasi negara peserta berjalan kaki menuju Gedung Merdeka dalam peristiwa yang dikenal sebagai “Langkah Bersejarah”.

Konferensi tersebut kemudian dibuka oleh Presiden Sukarno dengan pidato berjudul “Let a New Asia and a New Africa be Born” yang menekankan pentingnya persatuan negara-negara yang pernah mengalami penjajahan.

Dilansir dari Portal Jabar, pidato itu menjadi simbol kebangkitan solidaritas Asia dan Afrika, sekaligus menegaskan bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi tujuan bersama untuk perdamaian dunia.

Dari sejarah ke kandidat UNESCO

Kini, Pemkot Bandung berupaya menghidupkan kembali nilai historis kawasan tersebut melalui penataan kota, revitalisasi kawasan, hingga penyelenggaraan berbagai event agar tidak kehilangan daya tarik.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa kawasan harus tetap aktif agar memenuhi standar internasional.

“Kami mengajukan agar memulai proses untuk mendaftarkan kawasan Jalan Asia Afrika dari Simpang Lima sampai ruas Otista itu sebagai kawasan warisan dunia dari UNESCO,” kata Farhan dikutip dari media pada Senin, (20/4/2026).

Ia juga menambahkan, prosesnya membutuhkan kajian mendalam dan analisis akademis yang kuat.

“Kami harus memastikan bahwa ada kajian dan analisis yang sangat tajam dan kuat secara akademis untuk menentukan wilayah Asia Afrika ini sebagai kawasan yang layak.” ujarnya

Selain itu, pemerintah juga menekankan kawasan harus terus hidup dengan aktivitas publik.

“Ada, yaitu harus selalu bikin event. Nggak boleh sepi di sini.” tambahnya.

Warisan yang masih hidup

Dilansir dari portal resmi Jabarprov pada Senin, (20/4/2026) setelah KAA berakhir pada 1955, lahir kesepakatan penting bernama Dasasila Bandung yang menjadi prinsip dasar hubungan internasional, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penyelesaian konflik secara damai.

Dilansir dari Portal Jabar, warisan KAA hingga kini masih melekat di Bandung, terutama di kawasan Jalan Asia-Afrika dan Gedung Dwi Warna yang menjadi simbol sejarah modern.

Kawasan ini bukan hanya ruang kota, tetapi juga representasi perjalanan diplomasi global yang masih relevan hingga sekarang.

Gen Z takeaway

Kalau status UNESCO ini tembus, Jalan Asia-Afrika bukan cuma jadi spot sejarah lokal—tapi bisa naik kelas jadi ikon dunia yang punya cerita besar soal solidaritas global.

Jalan Asia-Afrika Warisan dunia Warisan Dunia UNESCO UNESCO

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB