Menag Support dan Beri Pengawasan Pentashihan Mushaf Al Qur'an Oleh Pesantren

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Jumat, 17 April 2026 | 15:09 WIB
Menag Support dan Beri Pengawasan Pentashihan Mushaf Al Qur'an Oleh Pesantren
Menag Kunjungi Gontor Fokus Percepat Pentashihan Mushaf dan Pendidikan ( Kementerian Agama)

astakom.com, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, pada hari Kamis kemarin (16/4/2026).

Kunjungan ini dengan tujuan untuk memperkuat silaturahmi serta meningkatkan dukungan pemerintah atas pengembangan pendidikan pesantren.

Pada lawatan tersebut, Menteri Agama memberikan bantuan senilai Rp100 juta demi men support kegiatan operasional dan peningkatan mutu pendidikan di lingkungan pesantren.

Diharapkan dukungan ini bisa memperkokoh fasilitas dan program belajar untuk para santri.

Kawal proses pentashihan 

Di sisi lain, Menag juga mengawasi proses pembuatan Mushaf Gontor yang di planning bakal diajukan kepada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an untuk ditashih.

Ia memberikan support sepenuhnya biar proses tersebut bisa berlangsung dengan baik dan segera dituntaskan.

“Ini ikhtiar yang sangat baik. Mushaf Gontor menjadi bagian penting dari khazanah keislaman Indonesia. Kami mendukung agar proses pentashihan dapat segera dituntaskan,” ucap Menag, dikutip oleh astakom pada Jumat, (17/4/2026).

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal menyambut langsung kehadiran Menag di Gontor bersama para pengasuh dari keluarga besar pesantren.

Sinergi nilai kebangsaan

Menag memanfaatkan momen tersebut untuk menekankan kembali kalau pesantren adalah institusi strategis dalam mencetak generasi yang mandiri dan moderat, sekaligus menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan lewat nilai keagamaan.

“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pembentukan akhlak dan peradaban. Pemerintah akan terus hadir untuk mendukung kemajuan pesantren di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Teladan persatuan keumatan

Menag juga mengakui Gontor sebagai pesantren yang dapat menjadi wadah pemersatu berbagai latar belakang organisasi keagamaan dan dikenal sebagai pesantren yang secara konsisten menghasilkan generasi yang unggul dan kompetitif.

"Gontor menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Ini teladan penting bagi kehidupan keumatan di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, KH. Hasan Abdullah Sahal menekankan kalau pendidikan di Gontor gak cuma bertumpu pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan untuk hidup dalam masyarakat.

"Santri harus dibekali ilmu, namun juga harus mampu hidup bersama masyarakat, agar tidak canggung ketika kembali mengabdi di tengah umat,” ucapnya.

Kunjungan ini menekankan komitmen pemerintah buat memperkokoh posisi pesantren selaku pusat pendidikan dan pembinaan umat, sekaligus mendukung upaya pengembangan khazanah keislaman di Indonesia.

Pada kesempatan itu, turut hadir dalam membersamai Menag di antaranya ada Staf Khusus Bidang SDM, Media dan Komunikasi Publik Ismail Cawidu, Direktur Pesantren Basnang Said, dan Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Kemenag Andi Salman.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Bukan cuma sekadar kunjungan formal, aksi Menag ke Gontor ini jadi bukti kalau pemerintah all-in dukung ekosistem pendidikan Islam yang makin modern tapi tetap keep it real sama akar nilai kebangsaan. Lewat suntikan dana operasional dan percepatan Mushaf Gontor, pesannya jelas: pesantren itu center of excellence yang nggak cuma cetak orang pinter agama, tapi juga individu yang mandiri, moderat, dan jago berbaur di masyarakat. Intinya, buat kamu yang cari vibes pendidikan yang seimbang antara spiritual growth dan soft skills buat masa depan, pesantren sekarang sudah sangat up-to-date untuk jadi pilihan utama.

Kemenag kemenag update Gontor Mushaf

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB