Spaceport di Biak Disiapkan, RI Gandeng Rusia Masuk Genk Industri Roket Global
astakom.com, Jakarta - Indonesia mulai serius membangun fasilitas peluncuran roket (spaceport) di Biak sebagai bagian dari strategi masuk ke industri antariksa global.
Langkah ini dijajaki melalui kerja sama dengan Russia, yang selama ini dikenal memiliki teknologi peluncuran roket yang matang dan teruji.
Proyek ini menandai pergeseran besar: dari sekadar pengguna teknologi, Indonesia kini mulai mengarah pada penguasaan sistem peluncuran dan infrastruktur antariksa.
Dari alutsista ke antariksa
Kerja sama Indonesia–Rusia sebelumnya banyak berfokus pada sektor pertahanan, mulai dari jet tempur Sukhoi (Su-27/30), helikopter Mi-17 dan Mi-35, hingga sistem persenjataan lainnya.
Namun kini, kolaborasi mulai bergeser ke sektor teknologi tinggi. Dilansir dari TASS, kedua negara telah membahas kerja sama di bidang antariksa, termasuk pembangunan infrastruktur peluncuran.
“The parties discussed cooperation in space activities, including the creation of space infrastructure,” tulis TASS.
Dorongan kerja sama BRIN
Kepala BRIN, Arif Satria, menyebut kerja sama ini menjadi salah satu fokus Indonesia dalam forum Cosmonautics Day di Rusia.
Dilansir dari RT dan diberitakan kembali oleh media:
“Tujuan utama kunjungan kami adalah untuk mempromosikan kegiatan antariksa Indonesia dan memperkuat kerja sama dengan Rusia, khususnya dalam pengembangan sektor antariksa.” teagas Arif dikutip dari media pada Kamis, (16/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia tengah menyiapkan pembangunan spaceport di Biak sebagai bagian dari pengembangan ekosistem antariksa nasional.
“Kami sedang mempersiapkan pembangunan spaceport di Indonesia, khususnya di Pulau Biak di Papua. Ini sangat penting untuk menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem antariksa, termasuk ekonomi antariksa,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Arif juga melakukan pertemuan dengan pimpinan Roscosmos guna membahas skema kerja sama lebih lanjut di sektor antariksa.
Teknologi roket rusia
Sebagai mitra, Rusia membawa sistem peluncuran roket yang sudah teruji dalam berbagai misi global.
Dilansir dari TASS, roket Soyuz-2 digunakan untuk mengirim satelit ke berbagai orbit.
“Soyuz-2… delivers satellites into near-Earth orbits of various altitudes.”
Roket ini menggunakan desain bertingkat (multi-stage) serta sistem navigasi presisi tinggi, termasuk dukungan satelit GLONASS untuk meningkatkan akurasi lintasan.
Kapasitas dan presisi
Pengembangan teknologi roket Rusia juga terus berlanjut.
Dilansir dari Reuters, Rusia tengah mengembangkan roket Soyuz-5 dengan kapasitas angkut besar.
“The Soyuz-5 rocket will be capable of delivering up to 17 tonnes to low-Earth orbit,” tulis Reuters.(Roket Soyuz-5 akan mampu mengangkut hingga 17 ton muatan ke orbit rendah Bumi).
Kemampuan ini menunjukkan fleksibilitas sistem peluncuran Rusia, mulai dari mikrosatelit hingga payload besar.(Shnty/aRsp)














