Dorong Desa Naik Kelas! Menteri Desa dan Bupati Padang Pariaman Perkuat Ekonomi Lokal

Editor: A. Cuwantoro
Sabtu, 4 April 2026 | 18:46 WIB
Dorong Desa Naik Kelas! Menteri Desa dan Bupati Padang Pariaman Perkuat Ekonomi Lokal
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto dan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. (astakom/Pemkab. Padang Pariaman).

astakom.com, Jakarta – Kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto ke Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, disambut langsung oleh Bupati John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah, Jumat (3/04/2026). Kehadiran pemerintah pusat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat percepatan pembangunan desa, terutama pasca bencana banjir dan longsor yang sempat melanda sejumlah wilayah.

Dalam kunjungan tersebut, dilansir dari laman Pemerintah Padang Pariaman, Menteri Desa turut didampingi anggota DPR RI dari Sumatera Barat, Arizal Azis. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik kehadiran tersebut sebagai peluang strategis untuk mengoptimalkan berbagai program pembangunan desa yang dinilai relevan dengan kebutuhan daerah.

Bupati John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya melalui kunjungan langsung Menteri Desa. Ia menilai sejumlah program yang ditawarkan sangat potensial untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pertama, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Menteri di Kabupaten Padang Pariaman. Banyak sekali program-program dari Kementerian Desa yang dapat kami implementasikan di daerah ini, khususnya dalam mendukung kebangkitan pasca bencana,” ujar JKA.

Ia menambahkan, berbagai inisiatif seperti pengembangan desa tematik, desa wisata, hingga desa ekspor memiliki peluang besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah pun telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti program-program tersebut secara konkret.

“Kami sudah perintahkan Dinas PMD untuk segera menindaklanjuti. Program sebanyak apapun tidak akan berarti jika tidak dikawal dengan baik. Alhamdulillah, tadi Pak Menteri juga telah menugaskan jajaran eselon I untuk berkolaborasi langsung dengan kami,” tambahnya.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Sementara itu, Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun desa berbasis potensi lokal.

“Saya datang atas undangan Pak Arizal Azis dan juga sahabat lama saya, Pak Bupati. Tadi kita sudah berdialog langsung dengan para wali nagari, dan kami menyampaikan berbagai program dalam kerangka ‘Bangun Desa, Bangun Indonesia’,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mendorong 12 aksi strategis pembangunan desa, termasuk pengembangan desa wisata, desa tematik berbasis komoditas unggulan seperti peternakan ayam, perikanan, hingga pertanian jagung dan pisang, serta program desa ekspor.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung agenda nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis, melalui penguatan rantai pasok berbasis desa dan optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kita ingin desa-desa bangkit dari potensi yang dimiliki. Kalau ada potensi wisata, kita dorong desa wisata. Kalau perikanan, kita kembangkan desa perikanan. Dengan begitu, ekonomi desa akan tumbuh,” jelasnya.

Dana Desa Tak Dipotong

Menanggapi isu Dana Desa, Yandri menegaskan tidak ada pengurangan anggaran, melainkan penataan ulang pengelolaan agar lebih produktif dan berdampak langsung pada penguatan ekonomi desa.

“Dana Desa tidak dipotong, tetapi tata kelolanya yang kita ubah. Salah satunya untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Asetnya tetap milik desa, dan hasilnya juga kembali ke desa,” tegasnya.

Ia berharap koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). “Seperti pesan Bung Hatta, Indonesia tidak akan bersinar dengan satu obor besar, tetapi dengan lilin-lilin kecil di desa. Nah, lilin itu sekarang adalah koperasi desa,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan Menteri Desa di Sumatera Barat diawali dari Bandara Internasional Minangkabau, dilanjutkan dengan salat Jumat di Masjid Agung Syekh Burhanuddin, Ulakan, serta ziarah ke makam ulama besar tersebut. Agenda kemudian berlanjut dengan peninjauan program gizi di Nagari Kurai Taji Timur dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Nagari Suna Tengah.

Pada sore hari, Menteri Desa juga menghadiri kegiatan Trofeo Liga Desa di Desa Sirambang, sebelum menutup agenda dengan silaturahmi bersama para wali nagari se-Kabupaten Padang Pariaman.

Gen Z Takeaway

Intinya, kunjungan Yandri Susanto ke Padang Pariaman tuh bukan sekadar seremonial, tapi beneran nge-push desa biar naik level. Bareng John Kenedy Azis, fokusnya jelas: bangkitin ekonomi desa lewat potensi lokal, mulai dari wisata sampai koperasi. Jadi, desa nggak cuma “bertahan”, tapi bisa jadi pusat pertumbuhan baru yang keren dan mandiri!

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Mendes PDT Yandri Susanto Padang Pariaman bantuan sosial Dana Desa

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB