El Nino 'Godzilla' OTW Indonesia, BRIN Ungkap Anomali Ekstrem, Kemenkes Siapkan Surat Edaran Siaga Dampak Kesehatan

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Kamis, 26 Maret 2026 | 16:30 WIB
El Nino 'Godzilla' OTW Indonesia, BRIN Ungkap Anomali Ekstrem, Kemenkes Siapkan Surat Edaran Siaga Dampak Kesehatan
El Nino 'Godzilla' OTW Indonesia, BRIN Ungkap Anomali Ekstrem, Kemenkes Siapkan Surat Edaran Siaga Dampak Kesehatan (astakom/Brin)

astakom.com, Jakarta - Fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki “Godzilla” diprediksi akan memicu musim kemarau panjang di Indonesia, dengan dampak meluas mulai dari krisis air hingga ancaman kesehatan masyarakat.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan fenomena ini merupakan anomali iklim yang signifikan, sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menyiapkan langkah antisipatif melalui kebijakan resmi.

Wilayah Indonesia bagian Barat dan Selatan disebut menjadi area paling rentan terdampak kondisi kering berkepanjangan.

Fenomena anomali pemanasan laut picu kemarau panjang

Fenomena ini diprediksi akan memicu musim kemarau yang jauh lebih panjang dan kering, terutama di wilayah Indonesia bagian Barat dan Selatan.

Menurut BRIN, El Nino “Godzilla” merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik ekuator yang berdampak langsung pada pola curah hujan di Indonesia.

Kondisi ini berpotensi menekan suplai air, meningkatkan risiko kekeringan, serta memicu gangguan di sektor pertanian dan lingkungan.

Siapkan surat edaran kesiapsiagaan nasional

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak kemarau panjang.

“Kemenkes melalui Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit akan merilis Surat Edaran tentang Kesiapsiagaan Bidang Kesehatan Menghadapi Potensi Peningkatan Kebakaran Hutan dan Lahan, Polusi Udara serta Penyakit Terkait Iklim di Musim Kemarau,” kata Aji dikutip dari media Kamis, (26/3/2026).

Ia menjelaskan, surat edaran tersebut ditujukan sebagai pedoman bagi seluruh pemangku layanan kesehatan di Indonesia.

“Maksud dan tujuan Surat Edaran ini untuk memberikan pedoman bagi kepala dinas kesehatan provinsi, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, direktur/kepala rumah sakit, kepala besar/balai/loka kekarantinaan kesehatan, kepala balai besar/balai laboratorium kesehatan, serta kepala Puskesmas di seluruh wilayah Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan dampak kesehatan akibat musim kemarau tersebut,” sambungnya.

Dari polusi udara hingga penyakit menular

Kemenkes mengungkapkan bahwa musim kemarau panjang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

“Kondisi musim kemarau dengan curah hujan yang rendah dapat menyebabkan proses pencucian polutan di udara oleh proses rain washing menjadi berkurang,” ujar Aji.

Ia menambahkan, kondisi atmosfer tertentu dapat memperparah kualitas udara.

“Pada hari-hari yang sudah lama tidak terjadi hujan, udara yang stagnan, cuaca cerah, adanya lapisan inversi suhu, atau kecepatan angin yang rendah memungkinkan polusi udara tetap mengapung di udara suatu wilayah dan mengakibatkan peningkatan konsentrasi polutan yang tinggi,” jelasnya.

Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat dan berpotensi memicu kabut asap.

“Musim kemarau membawa perubahan cuaca yang drastis dengan meningkatnya suhu udara dan penurunan curah hujan, kondisi ini berpotensi meningkatkan kejadian penyakit tular vektor seperti Dengue dan Malaria,” katanya.

“Kekeringan juga dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan sanitasi, sehingga dapat meningkatkan kejadian diare, tifoid, kolera dan leptospirosis,” tutupnya.

Kenapa disebut “godzilla”?

Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan skala ekstrem dari fenomena El Nino kali ini, yang dipicu oleh anomali suhu laut di Pasifik ekuator dan berdampak luas lintas sektor.

Gen z takeaway
El Nino “Godzilla” bukan sekadar isu cuaca, tapi warning serius soal krisis iklim dan kesehatan. Dampaknya bisa terasa langsung ke kualitas udara, air, dan kondisi tubuh, sehingga kesiapsiagaan jadi hal yang tidak bisa ditunda.

BRIN Dampak Kesehatan El Nino El Nino 'Godzila' Godzila Kemenkes Musim Kemarau

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB