AI Bisa Baca Data Tubuhmu? Perplexity Rilis Fitur Kesehatan yang Lebih Personal
astakom.com, Jakarta – Tren kecerdasan buatan (AI) di sektor kesehatan makin agresif. Perusahaan teknologi Perplexity AI resmi memperkenalkan fitur terbaru bernama Perplexity Health, yang diklaim mampu menjawab pertanyaan medis dengan pendekatan lebih personal berbasis data pengguna.
Berbeda dari chatbot kesehatan biasa, fitur ini memanfaatkan integrasi data dari platform seperti Apple Health untuk memberikan jawaban yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing pengguna.
Bukan sekadar jawaban umum
Perplexity Health dirancang bukan hanya sebagai mesin pencari, tetapi sebagai asisten kesehatan berbasis data real-time.
AI ini dapat membaca berbagai indikator kesehatan seperti aktivitas harian, detak jantung, hingga pola tidur untuk menghasilkan jawaban yang lebih relevan.
Melansir laporan media teknologi T3, fitur ini bahkan bisa membantu pengguna dalam menyusun rencana kebugaran berbasis data personal.
“Perplexity Health AI is like having a search engine for your fitness and wellbeing,” tulis T3 dalam laporannya dikutip pada Rabu, (25/3/2026).
Dengan pendekatan ini, AI tidak lagi memberikan jawaban generik, melainkan respons yang mempertimbangkan kondisi tubuh pengguna secara spesifik.
Dari Apple Health hingga Wearable
Keunggulan utama fitur ini terletak pada kemampuannya menggabungkan berbagai sumber data kesehatan dalam satu sistem.
Selain Apple Health, Perplexity Health juga disebut mendukung integrasi dengan perangkat wearable populer.
Dengan data yang terhubung, AI dapat membaca tren kesehatan jangka panjang—bukan hanya snapshot sesaat.
Ini memungkinkan pengguna mendapatkan insight yang lebih dalam, mulai dari pola kebugaran hingga potensi risiko kesehatan.
Pendekatan ini sekaligus menjawab kebutuhan pengguna modern yang menginginkan layanan kesehatan digital yang lebih personal dan berbasis data.
AI kesehatan masuk fase baru
Peluncuran ini mempertegas arah baru industri teknologi, di mana AI mulai bertransformasi menjadi personal health companion. Tidak hanya memberi informasi, tetapi juga membantu pengambilan keputusan berbasis data individu.
Di sisi lain, langkah ini juga memunculkan tantangan besar, terutama soal keamanan data kesehatan yang tergolong sangat sensitif. Integrasi lintas platform membuat perlindungan privasi menjadi isu krusial yang tidak bisa diabaikan.
Sejumlah pengamat menilai, masa depan AI kesehatan akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara inovasi dan perlindungan data pengguna.













