355 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Terbanyak: 3 Desa di Pelalawan Dikepung Karhutla
astakom.com, Jakarta — Terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dikabarkan hingga hari keempat Idul Fitri 1447 tak kunjung padam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, mendeteksi sebanyak 355 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Dimana dari ratusan itu, Provinsi Riau menyumbang titik panas terbanyak.
"Dari 355 hotspot, Provinsi Riau menyumbang 189. Sedangkan Provinsi Aceh 19 titik, Sumut (Sumatera Utara) ada 14, Bengkulu 18, Kepri (Kepulauan Riau) 84, Jambi 16, Lampung 3, Sumbar (Sumatera Barat) 2, Sumsel (Sumatera Selatan) 6 dan Bangka Belitung 4 titik," ujar Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang, kemarin (24/3/2026).
Pemadaman akan dimulai hari ini
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan pemadaman dimulai pada hari ini, Rabu (25/3/2026).
“Dijadwalkan pemdaman dimulai pada Rabu. Bisa jadi lebih 30 hektare lahan yang terbakar,” ujar Novendra.
Ada tiga desa yang saat ini ditemukan titik api karhutla akibat dilanda kemarau yang terik dan kering sejak sebelum Lebaran.
3 desa yang dikepung titik api
Tiga desa yang jadi titik api tersebut yakni Desa Merbau Kecamatan Bunut, Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, dan Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar.
Ketiga lokasi Karhutla itu sedang dilalap api yang sebelumnya sudah terkendali. Alhasil petugas kembali diterjunkan untuk melakukan penanggulangan bencana kebakaran.
"Hari ini semakin meluas. Firespot bertambah banyak dam hotspot terus meningkat," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (24/3/2026).
Bahkan saat Hari Raya Idul Fitri, api dan asap tetap membelenggu lahan milik koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS).
Lebih dari 40 hektar lahan dilalap api
Dikabarkan petugas dari berbagai instansi dikerahkan untuk berjibaku memadamkan si jago merah di lahan gambut itu.
Personil yang terlibat pemadaman yakni BPBD, TNI, Polri, perangkat desa, dan dibantu oleh Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abdi yang sejak awal fokus di lapangan bersama karyawan Koperasi RTBS.
Kendala yang dihadapi petugas di lapangan yakni minimnya sumber air untuk penyiraman api dan asap.
"Saat Lebaran kemarin api sudah mulai hilang dan tinggal asap, makanya petugas hanya siaga memantau. Hari ini meluas lagi api di lahan koperasi RTBS Desa Merbau," kata Zulfan.
Perkembangan sebaran titik api
Api Karhutla yang belum tuntas sama sekali di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti. Petugas gabungan dari Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat desa dan dibantu RPK PT Arara Abadi maupun warga pemilik lahan terlibat pemadaman setiap hari. Petugas tetap memadamkan api dan mendinginkan areal saat Idul Fitri kemarin.
Api semakin meluas di Parit Sri Mawar sampai ke Parit Bugis dan bahan telah mendekati jalan akses desa. Perusaahan juga mengirimkan alat berat jenis ekskavator ke Lokasi untuk menyekat api dan membuat embung alami yang digunakan personil pemadaman dan pendinginan.
Sedangkan titik api di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar juga masih menyala. Personil gabungan dari rayon kecamatan telah berjibaku memadamkan api dan menghilangkan asap. Namun Karthutla belum terkendali dan titik api kian bertambah.













