astakom.com, Jakarta – Program gagasan Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberi manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Tidak cuma memberi manfaat buat pemenuhan gizi masyarakat, tetapi Agus Heri Suryanto (43), seorang pengusaha keripik tempe di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, juga ikut kecipratan rezeki dari program MBG itu.
Dia merasa berterima kasih karena bisa terlibatan dalam program MBG. Sekaligus jalan ini jadi peluang baru bagi usaha miliknya serta UMKM lain di wilayah tersebut.
Melalui kerja sama dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), keripik tempe dari pelaku UMKM setempat jadi salah satu produk yang disuplai untuk kebutuhan program tersebut.
“Untuk sementara kita berterima kasih kepada SPPG MBG karena melibatkan UMKM, khususnya di Dusun Cupo. Utamanya keripik tempe. Mungkin ada sekitar 20 sampai 30 kita bagi semua, melibatkan UMKM setempat,” kata Agus dikutip pada Sabtu (14/3/2026).
Produksi meningkat
Agus bilang awalnya kebutuhan keripik tempe untuk dapur MBG mencapai sekitar 1.000 porsi dalam satu kali pengambilan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan sekitar 26 sampai 27 kg keripik tempe.
Selanjutnya, kalau produksi meningkat sampai 2.000–3.000 porsi, kebutuhan bahan baku dan produksi diperkirakan juga akan meningkat secara signifikan. Kebutuhan bahan baku tempe dapat meningkat hingga sekitar 90 kg.
Berbagi orderan sama UMKM lain
Agus juga bilang untuk memenuhi permintaan, produksinya bakal dibagikan kepada UMKM lain di desa tersebut agar manfaat program dapat dirasakan bersama.
“Dulu kita butuh tempe kurang lebih 10 sampai 15 lonjor, kurang lebihnya hampir 20-30 kg satu hari. Untuk kenaikannya hampir tambah. Per-seribu (porsi) kebutuhan tempe mencapai 26-30 kg, jadi dikalikan tiga,” katanya.
Program MBG dongkrak perekonomian desa
Ia berharap program MBG bisa terus berlanjut karena ngasih dampak nyata buat pelaku UMKM di desa. Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo karena program ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di akar rumput.
“Harapan kami MBG bisa terus berjalan karena sangat membantu UMKM. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena UMKM desa ikut terangkat dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” kata Agus.
Bisnis turun temurun
Agus menjelaskan kalau usaha keripik tempe milik keluarganya di Dusun Cupo, Desa Grudo, telah berjalan hampir tiga dekade dan menjadi salah satu produk kuliner khas yang dikenal di berbagai daerah.
“Usaha ini meneruskan usaha orang tua, sudah kurang lebih 30 tahun. Sekarang permintaannya juga semakin banyak. Kadang pembeli datang langsung, kadang lewat Grab, bahkan kirim ke Malang, Surabaya, dan Jogja,” kata Agus.

