Next Level! Swasembada Makin Ngebut, Papua Selatan Disiapkan Jadi Salah Satu Pusat Pangan Nasional
astakom.com, Jakarta - Pemerintah terus ngepush program swasembada pangan dan makin all out. Pemerintah bersama Perum Bulog memperluas pengembangan kawasan pangan nasional sampe Merauke, Papua Selatan, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian nasional.
Lewat proyek cetak sawah skala besar dan modernisasi pertanian, Papua Selatan disiapkan jadi salah satu game changer baru sektor pangan Indonesia. Pemerintah pengen kawasan ini bukan cuma jadi sentra produksi, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bilang kalau pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan dilakukan dengan tetap menjaga hak masyarakat atas lahan yang dimiliki.
"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat. Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden," kata Amran dalam keterangan resmi, dikutip oleh astakom.com pada Senin (06/07/2026).
Papua Selatan jadi episentrum pangan baru
Saat ini Papua Selatan menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah udah kembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah di seluruh Tanah Papua
Sebanyak 54.399 hektare optimalisasi lahan pertanian. Yang paling stand out, Papua Selatan mendapat porsi pengembangan terbesar, yaitu:
Cetak sawah sebanyak 48.934 hektare
Optimalisasi lahan sebanyak 53.499 hektare
Total kawasan produksi pangan, hampir 100 ribu hectare. Kawasan produksi pangan ini yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan negara.
Alokasi anggaran
Angka ini menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu proyek pangan terbesar yang sedang dipersiapkan pemerintah untuk menopang kebutuhan beras nasional di masa depan. Makaknya pemerintah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp1,3 Triliun untuk mempercepat pengembangan kawasan itu pada tahun ini, 2026.
Dana ini bakal dipake buat pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, Gudang penyimpanan sampe pendampingan bagi petani supaya produktivitas lahan bisa meningkat secara maksimal.
Bulog siap serap hasil panen
Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan Bulog siap menjadi support system utama bagi petani melalui penyerapan hasil panen dan penguatan ekosistem pangan yang terintegrasi.
Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan kepastian pasar agar petani tetap semangat menanam dan mendapatkan harga yang layak.
"Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal, memperkuat cadangan pangan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," kata Ahmad dikutip oleh astakom.com pada Senin (6/7/2026).
Bukan Sekadar Cetak Sawah
Pengembangan kawasan pangan di Merauke ini dipandang bukan sekadar proyek cetak sawah biasa. Pemerintah ingin membangun rantai produksi yang lebih modern, mulai dari pembukaan lahan, mekanisasi pertanian, pendampingan petani, hingga jaminan penyerapan hasil panen
Dengan skala pengembangan yang mencapai hampir 100 ribu hektare, Papua Selatan diproyeksikan menjadi salah satu future food hub Indonesia dan memperkuat target swasembada pangan nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Hasil penerapan teknologi pertanian modern di Merauke
Di Merauke, penggunaan berbagai teknologi kayak traktor, drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan peralatan modern lainnya mulai ngasih hasil yang positif.
Penerapan teknologi itu bisa meningkatkan produktivitas gabah dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare. Selain itu, indeks pertanaman yang saat ini udah mencapai dua kali tanam dalam setahun dan ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam supaya produksi pangan nasional terus bertambah secara berkelanjutan. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi all out nge-push swasembada pangan dengan ngebangun hampir 100 ribu hektare kawasan pangan modern di Papua Selatan. Bulog juga siap backup petani lewat jaminan serap panen biar makin cuan. Targetnya, Merauke jadi future food hub yang bikin produksi pangan nasional makin ngebut.








