Dasco Turun Tangan Fasilitasi Dialog Menaker dengan TikTok-Tokopedia, Pastikan Isu PHK Tak Benar

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Senin, 6 Juli 2026 | 21:20 WIB
Dasco Turun Tangan Fasilitasi Dialog Menaker dengan TikTok-Tokopedia, Pastikan Isu PHK Tak Benar
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad konferensi pers bersama Presdir PT Tokopedia Stefanie Susilo serta Menaker RI Yassierli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). [Dok. DPR]

astakom.com, Jakarta — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bergerak cepat memfasilitasi dialog krusial antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan perwakilan manajemen TikTok.

Langkah taktis ini diambil guna merespons rumor panas terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di lingkungan perusahaan e-commerce tersebut yang belakangan ini sukses bikin netizen di media sosial anxious dan ketar-ketir.

“Dalam beberapa hari terakhir ini kami dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu pemutusan hubungan kerja dari karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka,” ujar Dasco dalam konferensi pers bersama Pimpinan DPR Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) di selasar Gedung Nusantara III, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (06/07/2026).

“Pada hari ini saya memfasilitasi pertemuan. Kami mengundang perwakilan TikTok di China maupun perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia dan tadi juga sudah sama-sama dengan Bapak Menteri Tenaga Kerja melakukan dialog,” sambungnya.

Isu PHK dipastikan tak benar

Executive Director of Tokopedia and TikTok E-Commerce (Presiden Direktur), Stephanie Susilo memastikan bahwa isu pengurangan karyawan tersebut sama sekali tidak benar, alias clean dari kebijakan PHK. Alih-alih melakukan layoff, perusahaan saat ini justru sedang fokus melakukan penataan talenta lewat skema internal mobility.

Strategi ini merupakan mekanisme internal yang memindahkan atau menggeser posisi karyawan ke lini usaha lain yang masih berada di bawah payung TikTok dan Tokopedia Group, sehingga produktivitas tim tetap terjaga tanpa harus ada yang angkat kaki.

“Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group. Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia,” ujar Stephanie. 

“Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat,” lanjutnya. 

Apresiasi dari Menaker

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat pimpinan DPR ang tanggap menjembatani isu sensitif ini.

Ia juga memuji kebijakan internal mobility yang diterapkan manajemen TikTok-Tokopedia Group, karena dinilai sebagai solusi cerdas yang memberikan kesempatan bagi para pekerja untuk tetap survive dan berkarier di ekosistem grup perusahaan.

Gak sampai di situ, Menaker Yassierli juga menyambut positif kabar bahwa TikTok-Tokopedia Group saat ini justru sedang hiring dengan membuka lebih dari 100 posisi baru.

Menurutnya, ekspansi lowongan kerja ini menjadi bukti valid bahwa bisnis mereka masih terus growing, sekaligus menjadi peluang emas bagi talenta-talenta digital Indonesia untuk unjuk gigi dan mengisi berbagai posisi strategis yang tersedia. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Rumor PHK massal di TikTok dan Tokopedia akhirnya diluruskan lewat dialog antara DPR, Kemnaker, dan manajemen perusahaan. Faktanya, yang dilakukan adalah penataan SDM melalui internal mobility, bukan pemutusan kerja, bahkan perusahaan masih membuka lebih dari 100 lowongan baru. Ini jadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi, klarifikasi berbasis fakta tetap jadi kunci agar publik tidak mudah terpancing isu.

TikTok Tokopedia PHK Sufmi Dasco Ahmad DPR RI

Infografis

Terkini