Waspada! Hasil Skrining 7 Juta Anak: Kemenkes Temukan Ratusan Ribu Gejala Cemas dan Depresi

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Selasa, 10 Maret 2026 | 17:20 WIB
Waspada! Hasil Skrining 7 Juta Anak: Kemenkes Temukan Ratusan Ribu Gejala Cemas dan Depresi
Ilustrasi / Hasil Skrining 7 Juta Anak: Kemenkes Temukan Ratusan Ribu Gejala Cemas dan Depresi (astakom/Freepik)

astakom.com, Jakarta – Pemerintah mengungkap temuan serius terkait kondisi kesehatan mental anak di Indonesia. Hasil skrining kesehatan terhadap sekitar 7 juta anak menunjukkan ratusan ribu di antaranya mengalami gejala kecemasan hingga depresi.

Temuan ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) setelah melakukan skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar anak dan remaja di berbagai daerah.

Melansir laman resmi Kemenkes, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan masalah kesehatan mental pada anak tidak bisa lagi dianggap sepele.

“Ini menunjukkan masalah kesehatan jiwa pada anak cukup besar dan perlu menjadi perhatian serius,” ujar Budi dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Kemenkes.

Ratusan Ribu Anak Terdeteksi Cemas dan Depresi

Berdasarkan hasil skrining tersebut, pemerintah menemukan dua kelompok gangguan psikologis yang cukup dominan pada anak dan remaja.

Dari sekitar 7 juta anak yang menjalani skrining, tercatat:

  • 338 ribu anak (4,4%) mengalami gejala kecemasan (anxiety)
  • 363 ribu anak (4,8%) mengalami gejala depresi

Temuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kesehatan mental anak perlu mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan kesehatan fisik.

Menurut Budi Gunadi Sadikin, masalah kesehatan jiwa anak dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi keluarga hingga lingkungan sosial.

“Masalah kesehatan jiwa anak bukan hanya soal individunya, tapi juga lingkungan keluarga dan sekolah,” jelasnya.

Risiko bunuh diri ikut jadi Sorotan

Kemenkes juga menyoroti peningkatan risiko percobaan bunuh diri pada anak dan remaja.

Berdasarkan data survei kesehatan pelajar global, angka percobaan bunuh diri pada anak meningkat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat sekitar 3,9 persen pada 2015, lalu naik menjadi 10,7 persen pada 2023.

Karena itu, pemerintah menilai deteksi dini melalui skrining kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi mental anak berkembang menjadi lebih serius.

Pemerintah perluas skrining kesehatan mental

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menargetkan program skrining kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis akan diperluas hingga menjangkau lebih banyak anak di seluruh Indonesia.

Selain skrining, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah penguatan layanan kesehatan mental, mulai dari dukungan psikolog di fasilitas kesehatan hingga pendampingan di sekolah.

Program ini diharapkan dapat membantu menemukan kasus lebih dini sekaligus memberikan pendampingan bagi anak yang membutuhkan bantuan psikologis.

Gen Z Takeaway
Temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia sedang menghadapi tantangan serius. Tekanan akademik, lingkungan sosial, hingga kondisi keluarga bisa berdampak langsung pada kondisi psikologis anak. Karena itu, penting bagi orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap tanda-tanda stres, kecemasan, atau depresi sejak dini.

Budi Gunadi Sadikin CKG Kemenkes Kementrian Kesehatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB