Kemendikdasmen Anggarkan Hampir Rp100 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Pidi Jaya
astakom.com, Pidie Jaya- Minggu berganti minggu terus berlalu. 3 buan kurang lebih sejak bencana banjir melanda 3 Provinsi di Sumatera; Aceh, Sumut dan Sumbar. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pada fasilitas- fasilitas terdampak terus dilakukan Pemrintah.
Disini terlihat, Pemerintah terus melakukan upaya percepatan rehabilitasi dan rekontruksi fasilitas vital diantaranya sarana pendidikan di Kab Pidie, Prov. Aceh.Terbaru, hari ini Selasa (10/03/2026), di Kab. Pidie Prov. Aceh sudah dan sebagian sedang terus berlangsung kegiatan revitalisasi 72 sekolah terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Pada aspek pemulihan sarana penddidikan dilokasi terdampak banjir Sumatera, Kementerian Pendidikan RI juga terus melakukan monitoring progrees pada beberapa sekolah. “Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Aceh. Dikutip dari atakom.com dari rilis Bakom RI, Selasa (10/03/2026).
Rp86,7 Miliar anggaran perbaikan sekolah Kab. Pidie jaya
Dalam rangka melakukan percepatan perbaikan sarana prasaran sekolah di Kab Pidie Jaya tadi. Menurut pengakuan Menteri Pendidikan total anggaran yang digelontorkan hampir 100 milyard, atau tepatnya Rp86,7 miliar.Diketaui juga, dalam rangka mempercepat aspek teknik perbaikan sekolah. Kegiatan perbaikan sekolah ada yang swakelola dengan melibatkan kolaborasi warga dan Pemerintah daerah setempat sebanyak 62 Sekolah. Sementara 10 sekolah lainnya akan dikerjakan oleh TNI AD.
Menurut Mu’ti, sekolah- sekolah yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama pada tahap pertama {seharusnya) sudah mulai memasuki tahap pekerjaan awal. "Diharapkan, perbaikan dan pembangunan sekolah-sekolah di Kab Pidie bisa rampung dan pada tahun ajaran baru dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar secara ideal". Kutip astakom.com dari rilis Bakom RI Selasa (10/03/2026)
Terdapat sekolah yang harus di relokasi
Diketahui, Kab. Pidie Jaya adalah salah satu wilayah terdampak banjir terparah di Pro. Aceh. Atas musibah itu, Kemendikdasmen juga tengah memproses penanganan bagi sekolah yang harus direlokasi karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan (berbahaya) untuk digunakan kembali.“Kami menunggu kepastian tempatnya. Mudah-mudahan bisa kami berikan prioritas dengan anggaran tahun 2026,” ujar Mendikdasmen yang juga tokoh ormas Muhammadiyah ini
Secara nasional, program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp14 triliun untuk sekitar 11.000 satuan pendidikan di berbagai daerah. Program ini diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, serta sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Fasilitas buku dan alat pendukung belajar lainya
Dan perlu pembaca astakom.com ketahui juga, bahwa banjir besar di Kab Pidi Jaya tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik pada ratusan sarana prasarana warga setempat. Pada fasilitas pendukung belajar mengajar sekolah juga terdampak.Pada beberapa kumpulan cerita kontributor astakom.com yang sempat melakukan komunikasi dengan koresponden lokal, Kemendikdasmen juga memberi buku bantuan yang bisa dijadikan bahan ajar setelah libur Lebaran. “Buku ini dari kementerian baru datang, setelah lebaran akan kami manfaatkan,” ujar Kepala sekolah SMA Negeri 2 Meureudeu.
Melalui program revitalisasi tahun 2026, SMA Negeri 2 Meureudu akan menerima bantuan pembangunan sekolah baru di lokasi yang sama dengan nilai Rp7,9 miliar, yang akan dikerjakan oleh TNI AD.
Pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat selesai pada awal tahun ajaran baru Juni 2026, sementara sekolah dengan kerusakan berat maupun yang memerlukan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.













