Sekolah Rakyat di Kotawaringin Timur Targetin 1.080 Murid Baru
astakom.com, Jakarta — Sekolah Rakyat 55 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) nargetin 1.080 murid baru buat tahun ajaran 2026/2027, sesuai kuota yang sudah ditetapkan Kementerian Sosial.
Kepala Sekolah Rakyat 55 Kotim Nikkon Bhastari, mengatakan tahun ini Sekolah Rakyat 55 Kotim akan membuka penerimaan murid untuk jenjang SMP, dari yang sebelumnya hanya tersedia untuk jenjang SD dan SMA.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kuota murid berdasarkan rapat di Jakarta untuk SD itu maksimal 540 murid, sedangkan SMP 270 murid dan SMA 270 murid,” Selasa (3/3/2026).
Proses seleksi lewat Tim PKH
Proses seleksi penerimaan dilakukan melalui kolaborasi dengan Tim Program Keluarga Harapan (PKH).
Tim ini bertugas melakukan penjaringan dan asesmen langsung di lapangan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
Meskipun sistem seleksi dipusatkan melalui Tim PKH, pihak Sekolah Rakyat 55 Kotim tetap membuka pintu bagi warga yang ingin mengumpulkan berkas.
Hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat di pelosok yang belum terdata dalam sistem Dinas Sosial.
Ia menjelaskan, warga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 bisa menitipkan dokumen seperti Kartu Keluarga disertai nomor telepon. Nantinya, data tersebut diserahkan kepada Tim PKH untuk ditindaklanjuti.
“Jadi kami tidak melakukan penerimaan langsung, tetapi membantu memfasilitasi warga yang kesulitan menjangkau Tim PKH. Penentuan akhir tetap ada pada hasil asesmen tim tersebut,” katanya.
Tim PKH sudah bisa menerima berkas
Ia melanjutkan, sementara ini pihaknya memang belum berkoordinasi dengan Tim PKH terkait perekrutan calon murid tahun ajaran 2026/2027, namun dari pihak kementerian telah mempersilakan menerima berkas dari calon murid sebagai data awal.
Data itu akan dicek melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional maupun data Dinas Sosial untuk memastikan kelompok desil yang bersangkutan dan sekalipun belum masuk dalam data tersebut, Tim PKH tetap melakukan asesmen ke lapangan.













