Pemkab Bogor Tambah Target Pembangunan Dapur SPPG: dari 500 jadi 700
astakom.com, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ngegas target pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari 500 jadi 700 dapur buat memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto, bilang penambahan target ini dilakukan karena kebutuhan layanan makin naik, sekaligus melihat potensi dampak ekonomi yang dinilai besar buat masyarakat Kabupaten Bogor.
“Secara keseluruhan program berjalan baik, meski masih ada beberapa tahapan pembangunan yang terus berjalan,” kata Rudy saat kegiatan peluncuran operasional SPPG Polres Bogor 9 di Cibungbulang, kemarin (2/3/2026).
Membuka lapangan kerja baru
Ia menjelaskan, keberadaan 700 dapur SPPG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi warga. Setiap dapur rata-rata menyerap sekitar 45 hingga 47 tenaga kerja.
“Kalau satu dapur rata-rata 45 orang bekerja, maka dengan target 700 dapur bisa membuka peluang kerja bagi sekitar 35 ribu masyarakat Bogor,” ujarnya.
Dorong perputaran ekonomi
Selain serapan tenaga kerja, Rudy menilai program tersebut akan mendorong perputaran ekonomi daerah karena kebutuhan bahan pangan diprioritaskan berasal dari wilayah Kabupaten Bogor, seperti beras, ayam, sayuran, dan komoditas pertanian lainnya.
Menurut dia, program SPPG merupakan gerakan negara yang tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui rantai pasok lokal.
SPPG dipantau berkala
Pemkab Bogor, lanjut Rudy, bersama unsur TNI, Polri, dan DPRD akan melakukan pemantauan berkala terhadap operasional SPPG, terutama setelah Hari Raya Idul Fitri saat aktivitas belajar mengajar kembali normal.
“Kami akan melakukan kunjungan ke sejumlah SPPG. Jika ditemukan kendala, kami akan kolaborasikan dengan dapur percontohan agar standar pelayanan dan kualitasnya sama,” katanya.
Pemkab Bogor berharap peningkatan target SPPG dapat memperluas manfaat program, baik dari sisi pemenuhan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.













