MBG Sukoharjo Level Up: Kasih Gizi, Sekaligus Buka Akses Kerja buat Disabilitas

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Selasa, 24 Februari 2026 | 18:08 WIB
MBG Sukoharjo Level Up: Kasih Gizi, Sekaligus Buka Akses Kerja buat Disabilitas
Latifah Kurniawati (26), pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polokarto 24/2/2026 (Tim Media Presiden)

astakom.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bicara soal asupan gizi untuk masyarakat. Di Sukoharjo, Jawa Tengah, program ini juga menjelma menjadi ruang kerja inklusif yang memberi kesempatan nyata bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.

Di balik aktivitas dapur yang setiap hari menyiapkan makanan bergizi, ada kisah tentang akses kerja yang lebih terbuka. Salah satunya datang dari Latifah Kurniawati (26), pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polokarto, yang kini bisa membantu ekonomi keluarga berkat pekerjaan tetap yang ia peroleh dari dapur MBG.

Bagi Latifah, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan titik balik kehidupan. Dari penghasilan yang sebelumnya tak menentu, kini ia memiliki gaji bulanan yang stabil, lingkungan kerja suportif, serta rasa percaya diri yang tumbuh seiring waktu.

Ruang kerja inklusif di balik program MBG

Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Dalam implementasinya, program ini dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Di Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, dapur SPPG tak hanya merekrut tenaga kerja umum, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga sekitar, termasuk penyandang disabilitas, sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi yang dibutuhkan.

Skema ini sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang kerap disampaikan pemerintah dalam berbagai kesempatan, yakni bahwa program sosial harus memberi efek berganda tidak hanya pada penerima manfaat, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja.

Latifah menjadi salah satu yang merasakan dampaknya. Ia diterima sebagai petugas kebersihan setelah melalui proses wawancara.

“Alhamdulillah diterima. Awalnya diwawancara, saya menjawab apa adanya, ya Alhamdulillah diterima,” kenangnya.

Dari jualan Pre-Order ke gaji tetap bulanan

Sebelum bekerja di SPPG Polokarto, Latifah berjualan cilok dan jajanan lain secara online dengan sistem pre-order dari rumah. Penghasilannya bergantung pada jumlah pesanan harian.

“Sistemnya PO, jadi sehari ada yang beli, sehari enggak. Kadang bisa 150,” ujarnya.

Pendapatan yang tidak menentu membuatnya terus berharap pada pekerjaan yang lebih stabil. Kesempatan itu datang saat dapur SPPG di dekat rumahnya membuka lowongan.

Awalnya sang ibu yang mendaftar, namun karena faktor usia tidak memenuhi syarat, Latifah yang kemudian menggantikan.

Kini, dengan penghasilan tetap setiap bulan, ia dapat membantu kebutuhan makan sehari-hari bersama ibunya.

Ayahnya telah meninggal dunia sejak ia masih TK, sementara dua kakaknya merantau ke Sumatera dan Sulawesi. Sebagai anak bungsu yang tinggal di rumah, Latifah memikul tanggung jawab mendampingi ibunya.

“Alhamdulillah senang banget bisa kerja di SPPG Polo Karta ini, karena tempatnya dekat, teman-temannya juga baik-baik,” tuturnya.

Sepeda listrik dan simbol kemandirian

Dari hasil kerjanya di SPPG Polokarto, Latifah mampu membeli sepeda listrik yang selama ini menjadi impiannya. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar alat transportasi. Namun baginya, sepeda listrik tersebut adalah simbol kemandirian dan pencapaian pribadi.

“Alhamdulillah selama kerja di SPPG Polokarta ini, saya bisa membeli sepeda listrik impian saya ini dan bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Lebih dari itu, ia juga menemukan lingkungan kerja yang membuatnya merasa diterima dan dihargai. Ruang sosial yang terbentuk di dapur SPPG memberinya rasa kebersamaan yang sebelumnya jarang ia rasakan saat bekerja sendiri dari rumah.

Di akhir perbincangan, Latifah menyampaikan harapan agar program ini terus berjalan.

“Semoga program ini bisa berjalan terus sampai tidak ada batas waktunya. Semoga ini bisa bermanfaat untuk semua warga Indonesia ini. Terima kasih untuk Pak Prabowo, saya sangat senang bekerja di sini, di SPPG ini. Semoga program ini berjalan terus,” harapnya.

Kisah ini memperlihatkan bahwa dapur MBG di Sukoharjo tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga sebagai ruang inklusi sosial dan ekonomi bagi warga yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses kerja formal.

Gen Z Takeaway
Program sosial yang impactful itu bukan cuma soal bantuan, tapi soal akses dan kesempatan. Ketika kebijakan publik bisa kasih ruang kerja inklusif dan bikin orang lebih mandiri, itu baru namanya real change—bukan sekadar janji, tapi bukti.

Dapur MBG Dapur SPPG Makan Bergisi Gratis (MBG) MBG MBG Sukoharjo Program MBG

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB