Menbud Fadli Zon: Museum Mpu Tantular Punya Koleksi Luar Biasa, Butuh Storyline Kuat dan Revitalisasi Tata Pamer

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Senin, 23 Februari 2026 | 12:49 WIB
Menbud Fadli Zon: Museum Mpu Tantular Punya Koleksi Luar Biasa, Butuh Storyline Kuat dan Revitalisasi Tata Pamer
Kunjungi Museum Mpu Tantular, Fadli Zon Tekankan Pentingnya Storyline dan Pembaruan Tata Pamer. 23/2/2026 (astakom/Kemenbud)

astakom.com, Jakarta - Mengawali kunjungan kerja ke Jawa Timur, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung Museum Negeri Mpu Tantular. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya penguatan peran museum sebagai pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Museum Negeri Mpu Tantular, sebuah museum yang cukup besar dengan kawasan sekitar tiga hektar. Di sini banyak sekali koleksi yang dalam riwayatnya dahulu didirikan oleh seorang tokoh Belanda bernama (G.H) Von Faber. Koleksi yang sangat berharga ini sangat penting untuk dijaga,” jelas Fadli Zon melalui rilis pers, Minggu, (22/2/2026).

Ia menekankan bahwa Museum Negeri Mpu Tantular merupakan museum besar dengan koleksi yang sangat berharga serta memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi penting representasi perjalanan sejarah dan peradaban Jawa Timur dari masa prasejarah hingga masa kolonial.

Kembali berstatus museum Tipe A

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menyampaikan apresiasi atas standarisasi Museum Negeri Mpu Tantular yang kini telah kembali menjadi museum tipe A. Status tersebut menunjukkan pemenuhan standar pengelolaan dan koleksi sesuai regulasi nasional permuseuman.

Menurutnya, peningkatan status itu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas penyajian koleksi agar lebih komunikatif dan mudah dipahami publik.

“Dengan koleksi yang luar biasa, kita memerlukan storyline yang kuat, narasi yang kuat, literasi yang kuat. Revitalisasi pada aspek tata pamer menjadi kebutuhan penting agar museum semakin menarik bagi generasi muda. Selain itu tentu diperlukan tata cahaya, tata pamer dan storyline untuk membuat museum lebih menarik,” jelasnya.

Pernyataan ini mempertegas bahwa tantangan museum hari ini bukan hanya menjaga benda bersejarah, tetapi juga bagaimana mengemasnya agar tetap relevan, edukatif, dan menarik, terutama bagi generasi muda.

Dorong pengembangan IP dan produk kreatif

Selain pembenahan tata pamer, Fadli Zon juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem permuseuman melalui pengembangan produk kreatif berbasis koleksi. Museum dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan merchandise yang bersumber dari kekayaan koleksinya.

Menurutnya, merchandise menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan museum. Benda koleksi yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi Intellectual Property (IP), seperti hiasan Garudeya maupun artefak lainnya, sehingga tidak hanya bernilai historis tetapi juga memiliki nilai ekonomi kreatif.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi museum menjadi ruang budaya yang hidup, produktif, serta berdampak secara edukatif dan ekonomi.

Latar sejarah dan peran Galeri Von Faber

Museum Negeri Mpu Tantular sendiri memiliki akar sejarah panjang yang berkaitan dengan koleksi awal yang dihimpun oleh G.H. Von Faber pada masa kolonial. Di dalam kompleks museum juga terdapat Galeri Von Faber, yang menjadi bagian penting dalam penyimpanan arsip dan koleksi sejarah.

Sebagai museum yang merepresentasikan perjalanan panjang peradaban Jawa Timur, Mpu Tantular memegang peran strategis dalam menjaga memori kolektif masyarakat sekaligus menjadi ruang edukasi lintas generasi.

Kunjungan kerja ini menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk terus memperkuat museum sebagai pusat literasi sejarah, ruang dialog budaya, serta bagian dari ekosistem kebudayaan nasional yang berkelanjutan.

Gen Z Takeaway
Museum bukan cuma tempat lihat barang lama terus pulang. Kalau dikelola dengan storyline kuat, lighting kece, dan narasi yang relate, museum bisa jadi ruang eksplorasi sejarah yang immersive dan meaningful. Koleksi seperti di Museum Mpu Tantular bahkan bisa dikembangkan jadi IP dan merchandise kreatif — artinya sejarah bukan cuma dijaga, tapi juga bisa “hidup” dan punya nilai ekonomi. Intinya, budaya itu bukan masa lalu doang, tapi aset masa depan yang bisa kita rawat sekaligus kembangkan bareng.

Fadli Zon Kemenbud Menbud Museum Mpu Tantular

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB