Menkomdigi Warning di HPN 2026: Jangan Biarkan Algoritma Ngatur 'public trust'

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Senin, 9 Februari 2026 | 10:45 WIB
Menkomdigi Warning di HPN 2026: Jangan Biarkan Algoritma Ngatur 'public trust'
Menkomdigi Warning di HPN 2026: Jangan Biarkan Algoritma Ngatur 'public trust' (astakom/ Komdigi)

astakom.com, Jakarta — Di tengah era AI, big data, dan algoritma yang menentukan apa saja yang muncul di layar, kepercayaan publik disebut jadi taruhan paling besar industri media digital.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan bahwa teknologi seharusnya membantu jurnalisme, bukan justru menggeser nilai dasarnya.

Pesan tersebut disampaikan Menkomdigi pada Konvensi Nasional Media Massa bertema “Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”, yang merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Minggu (08/02/2026).

Menurut Meutya, di era transformasi digital, teknologi seharusnya memperkuat peran pers sebagai penjaga kualitas informasi, bukan justru menggeser nilai kepercayaan yang menjadi dasar hubungan media dengan publik.

Bukan soal viral, tapi soal dipercaya

Meutya secara tegas mengingatkan bahwa tujuan utama jurnalisme bukan memenangkan algoritma, melainkan menjaga hubungan kepercayaan dengan masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menekankan:

“Kepercayaan publik tak boleh kalah oleh algoritma.” Ungkap Meutya.

Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa meskipun teknologi bisa mempercepat produksi dan distribusi berita, nilai kepercayaan tidak bisa digantikan oleh sistem rekomendasi apa pun.

AI dipakai, tapi kendali tetap di manusia

Menkomdigi menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi termasuk AI di dunia media harus tetap berada dalam koridor etika jurnalistik. AI diposisikan sebagai alat bantu kerja, bukan penentu kebenaran atau pengambil keputusan editorial.

Pendekatan ini menegaskan bahwa akurasi, konteks, dan tanggung jawab sosial tetap menjadi elemen yang tidak bisa diotomatisasi sepenuhnya.

Media digital didorong jadi penyeimbang algoritma

Di tengah derasnya disinformasi dan konten sensasional, media diharapkan hadir sebagai penyeimbang. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu publik memahami isu-isu digital secara utuh dan bertanggung jawab.

Menurut Menkomdigi, kolaborasi antara pemerintah, media, dan platform digital menjadi kunci untuk menciptakan ruang informasi yang sehat dan berkelanjutan.

Gen Z Takeaway
Di era semua bisa viral dalam hitungan detik, yang bikin media relevan bukan cuma cepat atau canggih, tapi dipercaya. Algoritma boleh bantu nyebarin konten, AI boleh bantu produksi, tapi nilai kejujuran, akurasi, dan tanggung jawab tetap nggak bisa di-skip—karena sekali trust publik hilang, nggak ada teknologi yang bisa balikin dengan instan.

AI Algoritma HPN 2026 Jangan Biarkan Algoritma Ngatur Trust Publik Kementerian Komdigi komdigi Menkomdigi Menkomdigi Warning

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB