BPBD Lumajang: Gunung Semeru justru lebih Berbahaya jika Jarang Terjadi Letusan Skala Kecil

Editor: Alfian Tegar
Jumat, 30 Januari 2026 | 15:30 WIB
BPBD Lumajang: Gunung Semeru justru lebih Berbahaya jika Jarang Terjadi Letusan Skala Kecil
BPBD Lumajang: Gunung Semeru justru lebih Berbahaya jika Jarang Terjadi Letusan Skala Kecil (astakom/str-Dipta Pratomo)

astakom.com, JakartaBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengatakan bahwa Gunung Semeru semakin berbahaya jika tidak mengeluarkan letusan.

Berdasarkan laporannya, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih tinggi. Laporan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam 24 jam terakhir, Gunung Semeru alami erupsi sebanyak 101 kali.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho menjelaskan, tingginya intensitas letusan Gunung Semeru disebabkan adanya tremor harmonik, tremor dalam, dan kegempaan dari dalam perut Gunung Semeru.

"Jadi, kenapa terjadi letusan dengan intensitas yang cukup padat, memang dalam laporan PVMBG itu, ada tremor harmonik, tremor dalam, lalu ada kegempaan yang di dalam gunung," ujar Isnugroho, Jumat (30/1/2026).

Semakin berbahaya jika tidak sering erupsi

Namun begitu, Isnugroho menyampaikan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru justru akan semakin mengkhawatirkan saat letusan dengan skala kecil jarang terjadi.

Kata Isnugroho, semakin sedikit letusan yang terjadi menandakan Gunung Semeru sedang menyimpan tenaga yang semakin besar.

"Tapi yang paling kita takutkan itu ketika Semeru tidak mengeluarkan letusan kecil itu dia menyimpan tenaganya semakin besar," jelasnya.

Waspadai sumbatan pada kawah gunung

Selain itu, dikhawatirkan terjadi sumbatan pada kawah Gunung Semeru yang menyebabkannya tidak bisa mengeluarkan tekanan gas dari dalam.

Risikonya, bisa terjadi letusan eksplosif yang dampaknya bisa semakin luas. Sehingga kekhawatiran ini patut diwaspadai dan terus diamati aktivitasnya.

"Inikan dia tertekan ke atas sehingga ketika di atas ini tidak ada lubang tentunya akan menimbulkan ledakan" pungkasnya.

Gen Z Takeaway
Semeru lagi aktif banget, erupsi sampai 101 kali sehari, dan itu justru jadi “alarm sehat” karena tekanan di dalam gunung masih bisa keluar. Yang lebih bikin waspada justru kalau erupsi kecil jarang terjadi, karena itu bisa berarti energi besar lagi ditahan di dalam, apalagi kalau kawah sampai tersumbat. Intinya, kondisi sekarang harus terus dipantau serius, tetap tenang tapi jangan lengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Lumajang Erupsi Gunung Semeru Erupsi Semeru Gunung Semeru Letusan Gunung Semeru Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi PVMBG

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB