Operasi Tim SAR Gabungan Pesawat ATR Resmi Selesai: Selanjutnya Proses Investigasi
astakom.com, Jakarta — Operasi Tim SAR gabungan dalam pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, telah resmi selesai.
"Operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR dinyatakan selesai," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangannya di Makassar, dikutip pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Selama pelaksanaan pencarian dan penyelamatan, tim SAR berhasil mengumpulkan 11 paket yang berisi jenazah dan bagian tubuh korban.
Dari jumlah tersebut, 10 paket telah diserahkan ke rumah sakit dengan kondisi jenazah utuh dan sudah melalui proses identifikasi awal, sementara satu paket lainnya berisi fragmen tulang atau bagian tubuh korban.
Masuk dalam proses investigasi
Selain itu, dia mengatakan sebagian puing pesawat ATR dan black box yang sudah ditemukan cukup untuk dilanjutkan ke proses investigasi.
Adapun investigasi penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros itu dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Black box pesawat ATR 42-500 ditemukan pada 21 Januari oleh tim gabungan. Alat itu ditemukan dalam kondisi masih menempel pada pecahan bagian ekor pesawat.
Basarnas telah menyerahkan black box milik pesawat ATR 42-500 itu ke KNKT. Kotak hitam yang diterima KNKT berisi FDR dan CVR. FDR merupakan alat yang merekam data penerbangan, sedangkan CVR merekam suara percakapan di ruang kemudi pesawat udara.
Hasil investigasi paling lambat 30 hari
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan KNKT akan melaporkan hasil investigasi tersebut paling lambat 30 hari setelah tanggal kejadian.
Laporan tersebut, kata dia, akan memuat data dan informasi yang berhasil diperoleh selama fase awal investigasi dan analisis maupun kesimpulan.
“Laporan awal investigasi akan dipublikasikan melalui laman resmi KNKT dan dikirimkan kepada pihak-pihak terkait,” kata dia dalam keterangannya pada Kamis, 22 Januari 2026.













