80 Persen Wilayah Jakarta Utara Banjir Termasuk PIK, Pemkot Kerahkan 72 Pompa 'Mobile'
astakom.com, Jakarta — Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak awal Januari 2026 menyebabkan banjir meluas di berbagai wilayah ibu kota.
Di Jakarta Utara, sekitar 80 persen wilayah terdampak banjir. Hal ini disampaikan Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, saat meninjau banjir di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
“Sejak malam hujan dengan intensitas ekstrem. Hampir 80 persen wilayah Jakarta Utara mengalami genangan,” kata Hendra, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (20/1/2026).
Sebanyak 80 persen wilayah Jakarta Utara yang banjir ini termasuk kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan PIK 2.
PIK dilanda banjir
Tak hanya kawasan lama, banjir juga merambah kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan PIK 2, yang selama ini digadang-gadang bebas banjir.
Hujan deras ditambah pasang laut membuat genangan meluas hingga jalan utama dan parkiran apartemen di area tersebut.
Di PIK 1 dan PIK 2, beberapa apartemen melaporkan air masuk ke area parkir dan fasilitas publik. Pengelola kawasan mengatakan bahwa kondisi ini dipicu kombinasi hujan tinggi dan pasang laut yang ekstrem, meski infrastruktur drainase sudah ditingkatkan.
Kejadian ini memicu kritik publik lantaran pihak pengelola PIK2 sebelumnya kerap mengklaim bahwa kawasan tersebut mustahil terkena banjir.
Salah satu netizen mengunggah video parodi dalam media sosial Tiktoknya dengan nama akun @alionglim9, menyinggung klaim bebas banjir tersebut.
“Ya memang saya dulu bilangnya PIK ini bebas banjir ya, tapi maksud saya bebas banjir itu banjir bebas masuk,” ujarnya dalam video, dikutip redaksi astakom.com, Selasa (20/1/2026).
Kerahkan 72 pompa mobile
Untuk mengatasi banjir, seluruh rumah pompa di wilayah Jakarta Utara difungsikan dan ditambah dengan pengoperasian 72 pompa mobile.
“Saat ini kami memaksimalkan rumah pompa serta 72 unit pompa mobile untuk menanggulangi banjir di wilayah kami,” ujar Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat.
Pemerintah kota juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan banjir dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Kenaikan air laut
Hendra mengatakan, banjir ini tidak semata-mata disebabkan curah hujan tinggi di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga karena kenaikan permukaan air laut.
“Informasi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), tinggi muka air laut naik karena adanya rob. Mudah-mudahan segera surut sehingga penanganan genangan bisa lebih cepat,” pungkasnya.













