Update Progres Pembangunan Fasilitas Infrastruktur Jayapura di Akhir Tahun: Trans Papua Terus Dikebut!
Reporter: Shintya
astakom.com, Jayapura - Menutup tahun 2025 ini, Provinsi Jayapura menunjukkan pergerakan pembangunan dan pemerataan fasilitas yang membanggakan. Dilansir dari beberapa media setempat dan sumber lain, pada Selasa (30/12/2025) step by step Jayapura bisa merasakan pemerataan fasilitas, akibat pembangunan yang terus dipush oleh pemerintah.
Sumur bor juga sudah menjangkau kawasan bukit teletubbies ini. Masyarakat yang dominan tinggal di kawasan pegunungan itu merasa terbantu dengan pembangunan pemerintah yang terus dilakukan.Di daerah Tungkuwiri, air bersih yang sebelumnya sulit untuk didapatkan kini sudah bisa mengaliri tiap rumah. Akses untuk mendapatkan air bersih sangat mudah.
Layanan posyandu dan fasilitas kesehatan
Selain itu, layanan posyandu sudah tersedia di Tungkuwiri. Posyandu ini menjadi pusat layanan kesehatan bagi balita sehingga membuat ibu-ibu merasa senang dan tenang.Lantaran mereka tidak perlu ke kota untuk bisa mendapatkan fasilitas Kesehatan bagi bayi. Sektor pendidikan juga sudah mulai catch-up. Hal ini ditandai dengan adanya kegiatan kelas belajar dan ruang membaca..
Kondisi ini menunjukkan komitmen pembangunan yang serius dan solid untuk Jayapura. Negara bukan hanya hadir membawa harapan, tapi aksi nyata. Pembangunan yang sustainable, hunian layak, optimalisasi layanan kesehatan, pemerataan pendidikan, hingga akses air bersih yang reliable.
Pembangunan jalan Trans Papua
Sementara itu, program pembangunan jalan yang menghubungkan Jayapura ke Wamena terus digenjot pemerintah dan badan usaha.Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena, khususnya segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50 km, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026, tepatnya 3 November 2026.
Pembangunan ini dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mempercepat akses logistik dan memperpendek waktu tempuh dari satu minggu bahkan lebih, menjadi 2-3 hari saja.
Progress Infrastruktur
Pekerjaan dimulai dari Km 366 Distrik Benawa hingga Km 416 Distrik Elelim. Masa konsesi atau hak kelola KPBU ini mencapai 15 tahun 4 bulan, terdiri dari 2 tahun 4 bulan masa konstruksi dan 13 tahun masa layanan.Infrastruktur yang dibangun meliputi peningkatan jalan dari tanah menjadi beraspal. Pembangunan 16 jembatan baru, serta satu fasilitas penimbang untuk mencegah kendaraan kelebihan muatan.
5 zona dan tatangan pengerjaan proyek
Alur pengerjaanya dibagi menjadi 5 zona dan melibatkan sekitar 150 alat berat. Zona satu telah memulai pekerjaan aspal, sementara zona lainnya sedang menuntaskan galian dan penataan badan jalan.Tantangan utama dalam proyek ini ada pada akses logistik, longsor, ruas basah, dan sungai yang masih harus diseberangi kerap menghambat pergerakan distribusi material.
Proyek jalan Trans Papua Jayapura Wamena ini menjadi salah satu koridor utama penggerak logistik di Papua pegunungan dan ditargetkan memberi dampak langsung bagi kondisi ekonomi, harga barang, dan aksesibilitas layanan dasar warga di 8 kabupaten. (Shnty/ aSP)













