Bogor Chaos! Angin Kencang Puting Beliung Lempar Puing Pesawat, Puluhan Rumah Warga Rusak
Reporter: Dhea
astakom.com, Jakarta - Media sosial diramaikan dengan video angin puting beliung di wilayah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Pada cuplikan visual dalam video tersebut memperlihatkan beberapa puing bangkai sayap pesawat ikut terangkat angin hingga menimpa rumah warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada sore Senin, (29/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut.
Puting beliung terjang dua kampung
Berdasarkan keterangan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, angin puting beliung menerjang Kampung Babakan dan Kampung Hambulu.
Cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengungkapkan jumlah rumah yang terdampak cukup signifikan.
“Rumah rusak ada di 2 kampung. Rusak sedang 13 unit, dan rusak ringan 30 unit. Jadi, total ada 43 rumah yang rusak dan yang terdampak ada 159 orang,” ujar Adam dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).
Bangkai sayap pesawat ikut terbawa angin
Adam menjelaskan, hujan deras yang disertai angin puting beliung mengakibatkan material bangkai sayap pesawat yang sudah tidak terpakai dari area kuburan pesawat ikut terangkat dan terbawa angin hingga menimpa beberapa rumah warga.
“Hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan material bangkai (puing-puing) sayap pesawat yang sudah tidak terpakai dari kuburan pesawat terbawa angin dan menimpa beberapa unit rumah di wilayah tersebut hingga rusak,” ucapnya.
Peristiwa ini sempat membuat warga panik karena angin datang secara mendadak dan membawa material berukuran besar ke permukiman.
43 rumah rusak, 7 KK mengungsi
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, BPBD mencatat tujuh Kepala Keluarga (KK) atau 26 orang terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat. Selain rumah warga, satu bangunan usaha berupa pabrik tempe juga mengalami kerusakan pada bagian atap.
“Ada tujuh KK atau 26 orang mengungsi yang rata-rata ke rumah saudaranya di alamat yang sama,” tutur Adam.
Saat ini, sebagian rumah yang rusak telah mulai diperbaiki secara mandiri oleh pemiliknya.
Sementara itu, bangkai sayap pesawat yang sempat terbawa angin telah dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Saat ini sebagian rumah yang rusak telah diperbaiki oleh pemiliknya dan bangkai sayap pesawat juga telah dievakuasi,” pungkasnya. (deA/ aSP)













