Hati-hati Libur Nataru di Pantai: Terjadi 2 Insiden Menelan Korban Jiwa di Pantai Pangandaran

Editor: Alfian Tegar
Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:40 WIB
Hati-hati Libur Nataru di Pantai: Terjadi 2 Insiden Menelan Korban Jiwa di Pantai Pangandaran
Hati-hati Libur Nataru di Pantai: Terjadi 2 Insiden Menelan Korban Jiwa di Pantai Pangandaran (astakom/Humas Polda Jabar)

astakom.com, Jakarta — Ditengah momen libur Natal dan tahun baru 2026 (Nataru), terjadi sejumlah insiden di Pantai Pangandaran yang menelan korban jiwa.

Dua orang wisatawan dilaporkan tewas setelah terseret arus dan tengelam di titik berbeda. Hal ini menjadi catatan insiden yang memakan korban jiwa di tengah perayaan Nataru.

Kejadian pertama, seorang wisatawan asal Tasikmalaya bernama Hasim Zafari (20) dilaporkan tewas setelah tenggelam saat berenang di kawasan Pasir Putih, TWA Cagar Alam Pananjung, Pantai Pangandaran, pada Kamis lalu (25/12/2025) pagi.

Korban diduga tenggelam setelah melompat dari bangkai kapal Viking yang berada di kawasan tersebut. Hasim dinyatakan meninggal dunia setelah sekitar 15 menit tidak muncul ke permukaan laut usai melompat dari ketinggian sekitar lima meter.

"Kami mendapatkan informasi setelah kegiatan pemantauan gereja sekitar pukul 09.00 WIB tadi bahwa ada wisatawan tenggelam," ucap AKBP Andri kepada wartawan Sabtu (27/12/2025).

Kronologi kejadian pertama

Sebelum kejadian, Hasim bersama kekasihnya menaiki perahu wisata menuju kawasan Pasir Putih Pangandaran. Saat berada di sekitar bangkai kapal Viking, korban meminta izin kepada pemilik perahu untuk berenang. Namun, permintaan Hasim sempat ditolak karena ia enggan memakai pelampung.

Meski telah dilarang, korban tetap memaksa berenang tanpa menggunakan pelampung dan melompat dari bangkai kapal Viking. Tak lama setelah melompat, korban tidak muncul kembali ke permukaan.

"Tadinya hanya muter-muter saja di area bangkai kapal Viking Pangandaran, sudah diingatkan tadi dengan pemilik perahu untuk tidak boleh, tetapi korban sebelumnya ngotot untuk ingin berenang ke kapal Viking dan meloncat dari ketinggian bangka kapal tersebut setinggi 5 meter," ungkapnya.

Korban kemudian dicari oleh tim snorkeling yang berada di lokasi. Setelah pencarian selama 20 menit, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut.

Kejadian kedua di titik berbeda

Kejadian kedua menimpa remaja asal Cileunyi, Kabupaten Bandung bernama Wildan (13). Ia dilaporkan hilang setelah tergulung ombak di kawasan Pos 3, Kamis (25/12/2025) sore.

Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban pada keesokan harinya, Jumat (26/12/2025) siang, dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Pos 5.

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan menyebut, jasad korban ditemukan selepas salat Jumat.

"Jenazah korban semula teridentifikasi sekitaran pos 3 dan 5, kemudian saat pencarian dilakukan ke tengah, jenazah baru ditemukan terseret ombak ke bibir pantai pos 5 Pangandaran Sunset," ucap AKBP Andri kepada wartawan.

Menurutnya, proses pencarian melibatkan tim SAR Gabungan, Polairud Polda Jabar, Balawista, dan Basarnas.

"Sekarang jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Pandega Pangandaran. Setelah ini berkoordinasi dengan pihak keluarga, untuk cek kebenaran korban tersebut," terangnya.

Wildan terseret ombak bersama empat rekan lainnya, yakni Abirsam (13), Ramdhan (13), Fahru (13), dan Miftah (15). Namun, Wildan tak tertolong dalam musibah tersebut.

Imbauan keamanan di sepanjang garis pantai

Pascakejadian ini, Satpolairud Polres Pangandaran menambah spanduk imbauan di sepanjang garis pantai.

"Hari ini polisi gencar memasang spanduk zona larangan berenang, karena di titik tersebut terdapat palung arus kencang yang bisa menarik wisatawan manakala tidak hati-hati saat melakukan aktivitas berenang," kata Kasat Polairud Polres Pangandaran, IPTU Anang Tri Sodikin.

Upaya itu dilakukan agar wisatawan memahami titik mana yang aman untuk beraktivitas. "Sehingga mereka paham dan tahu," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca di wilayah pantai Jawa Barat.

"Untuk Pangandaran, ada tiga imbauan utama. Pertama, saat ini masih terdapat informasi dari BMKG terkait badai siklon di laut. Oleh karena itu, garis pantai sementara waktu dihindari, terutama saat cuaca mulai mendung atau gerimis. Segera lakukan evakuasi dari jalur pantai," kata Hendra.

Gen Z Takeaway
Libur Nataru di Pantai Pangandaran diwarnai duka setelah dua wisatawan tewas terseret arus di lokasi berbeda. Peristiwa ini jadi alarm bahwa liburan pantai butuh kesadaran keselamatan, patuh rambu, dan tidak nekat di zona berbahaya. Aparat sudah memperketat imbauan, tapi keputusan paling krusial tetap di pengunjung untuk lebih waspada.

Ancaman Nataru Insiden saat Libur Nataru Libur Nataru Libur Nataru 2025/2026 Libur Tahun Baru Liburan natal 2025 Liburan Tahun baru 2026 Natal dan Tahun Baru Nataru Pantai Pantai Pangandaran Tahun Baru 2026

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB