Pembunuhan Anak Politisi PKS: Ini Kronologi, Motif, dan Update Terkini Perkembangan Kasusnya
astakom.com, Jakarta — Kasus pembunuhan Muhammad Axle Herman Miller (MAHM), putra politisi PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, viral dan terus menjadi sorotan publik.
Hingga saat ini, selalu menjadi pertanyaan besar ialah siapa pelakunya dan apa motif pembunuhan anak berumur sembilan tahun itu.
Peristiwa tragis ini terjadi di rumah keluarga Maman Suherman di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Ciwaduk Kota Cilegon, Banten.
Axel ditemukan tewas dengan luka tusuk berulang di dalam kamar rumahnya sendiri.
Kronologi laporan pembunuhan
Saat peristiwa itu terjadi, korban ternyata hanya berada di rumah bersama kakaknya yang juga masih anak-anak.
Anak kedua Maman, D, menjadi saksi kunci karena ia yang pertama kali menghubungi sang ayah dengan nada panik untuk meminta pertolongan.
Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid mengungkapkan kondisi awal korban saat ditemukan.
"Ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius, disertai pendarahan hebat," kata Firman kepada wartawan, dikutip Minggu (21/12/2025).
Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethasaida, Kota Cilegon, namun nyawanya tidak tertolong. Dari pemeriksaan awal, polisi memastikan korban mengalami kekerasan berat.
"Dari hasil pemeriksaan awal korban mengalami luka akibat tusukan benda tajam," katanya.
Motif pembunuhan diduga karena dendam
Di tengah penyelidikan, muncul spekulasi di media sosial terkait motif dendam. Warganet ramai mempertanyakan keberadaan asisten rumah tangga (ART) dan satpam yang disebut tidak berada di rumah saat kejadian.
Meski demikian, polisi menegaskan tidak ingin berspekulasi. Hingga kini, sedikitnya delapan orang saksi telah diperiksa, baik dari pihak keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Dugaan dan sudah mengarah kemana, kita sudah bisa menuturkan titik terangnya dimana," katanya.
Update terkini kasus pembunuhan
Sepekan kasus pembunuhan anak dari politisi PKS Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman, belum menemui titik terang.
"Berikan waktu kepada kami aparat kepolisian melaksanakan tugas kami. Kami pun butuh bantuan, dukungan, informasi dari teman-teman media, teman-teman masyarakat," kata Kapolres Cilegon Martua Raja Taripar Laut Silitonga kepada wartawan di Cilegon, dikutip Minggu (21/12/2025).
"Jika ada informasi apa pun, sekecil apa pun, disampaikan kepada Satuan Reserse Kriminal," sambung dia.
Terkait terduga pelaku merupakan orang dekat, Martua mengaku penyidik masih menyelidiki. "Masih dalam pendalaman. Terus didalami ini," kata dia.













