Pimpin Rapat Kabinet, Prabowo Sentil Pemimpin yang Cuma Numpang Selfie di Wilayah Terdampak Banjir

Editor: Nasuri
Senin, 15 Desember 2025 | 19:57 WIB
Pimpin Rapat Kabinet, Prabowo Sentil Pemimpin yang Cuma Numpang Selfie di Wilayah Terdampak Banjir
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (8/5). [Tim Media Presiden/Aldoni R Rofsanjani]

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara pada 15 Desember 2025. Saat membuka rapat kabinet merah putih, yang dihadiri oleh seluruh Kementerian dan Lembaga Negara, Ia menyinggung soal wisata bencana yang saat ini viral di medsos.

Rupanya, Presiden Prabowo tahu apa yang lagi heboh di medsos, soal pihak-pihak yang memanfaatkan momentum bencana ini sebagai ajang pencitraan. Bahkan ada juga oknum yang menjadikan para korban terdampak, sebagai objek untuk meraih keuntungan pribadinya.

"Sebaliknya juga, saya mohon jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana hanya untuk foto-foto dan untuk dianggap hadir," tegas Presiden Prabowo, di Jakarta Senin (15/12/2025).

Presiden tidak ingin ada budaya wisata bencana. Menurutnya jika ingin datang, harus membantu menyelesaikan masalah di sana.

Budaya pansos

"Kalo datang bener-bener harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah. Saya kira kalo unsur pimpinan datang yang punya tugas dan portofolio ke situ. Mohon saya lihat ada kecenderungan wisata bencana. Ini tidak bagus," kata Prabowo.

Terakhir, Ia juga berpesan agar masyarakat terdampak jangan dijadikan sebagai objek. Jangan sampai kejadian seperti ini (pansos/panjat sosial/numpang tenar) menjadi sebuah budaya di Indonesia.

"Rakyat di situ jangan dijadikan objek. Kita datang ke situ untuk bener bener ingin mencari masalah, melihat kesulitan dan bertindak," pungkasnya.

Terima kasih atas kerja sama semua pihak

Di sisi lain, Presiden Prabowo mengapresiasi kinerja semua lembaga, kementerian dan kepala daerah yang telah bekerja keras untuk bersama sama menyelesaikan masalah di Sumatera.

Menurutnya, berkat bahu-membahu semua lapisan dari lembaga pemerintah hingga kementerian, masyarakat jadi berterima kasih kepadanya.

"Rakyat berterima kasih kepada saya, tapi saya anggap terima kasihnya ke saya itu adalah terima kasih kepada kita semua. Tim kita. Pemerintah pusat pemerintah daerah.

Solid membantu mengatasi masalah
Presiden juga mengucapkan terima kasih, karena pihak-pihak penting pun turut ikut andil mengatasi masalah kesusahan yang terjadi selama penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera.

"Terima kasih kepada semua petugas di lapangan, semua lapisan saya lihat. Dari yang tertinggi, para menteri, para wakil menteri. Para kepala badan saya lihat di lapangan. Saya lihat dirut-dirut perusahaan-perusahaan penting. Dirut PLN, Dirut Pertamina, PU ada bekerja keras. Kesehatan saya lihat, hampir semua K/L hadir di situ. Terima kasih," tutupnya.

Gen Z Takeaway

Intinya, Presiden Prabowo lagi call out budaya “wisata bencana” yang sering muncul di medsos—datang ke lokasi cuma buat foto, konten, atau pansos, tapi minim aksi nyata. Pesannya clear: kalau mau hadir di area bencana, harus bawa solusi, bukan kamera doang. Korban bukan objek konten, tapi manusia yang butuh bantuan serius. Di sisi lain, Prabowo juga salute buat semua pihak yang beneran turun tangan dan kerja bareng di lapangan. Jadi, empati + aksi nyata = pencitraan. (Shin/Nsr)

Bencana Sumatera Prabowo Subianto Presiden Prabowo Rapat Kabinet sidang kabinet paripurna Sumatera Pulih

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB