Ikut Turun Tangan, Kemenag Prioritaskan Bangun Pesantren dan Tempat Ibadah Pascabanjir di Sumatera

Editor: Nasuri
Selasa, 9 Desember 2025 | 19:28 WIB
Ikut Turun Tangan, Kemenag Prioritaskan Bangun Pesantren dan Tempat Ibadah Pascabanjir di Sumatera
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag RI)

Reporter: Shintya

Astakom.com, Jakarta - Menteri Agama, Prof Nasaruddin Umar mengatakan bahwa akan merehabilitasi dan membangun pesantren juga rumah ibadah di wilayah terdampak.

Menurut Nasaruddin, setelah musibah yang menimpa Sumatera, Kementerian Agama (Kemenag) akan fokus dalam pemulihan dan membangun fasilitas agama.

Pascabanjir bandang dan longsor yang menimpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat banyak fasilitas agama rusak. Termasuk rumah ibadah, madrasah hingga pesantren.

“Tentu prioritas pertama itu adalah membangun madrasah-madrasah, pesantren yang hancur," kata Nasaruddin di bilangan Jakarta, dikutip pada Selasa, (9/12/2025).

Menurutnya, bantuan yang diberikan Kemenag diharapkan bisa membuat anak anak yang tidak bisa mengakses pendidikan jadi bisa aktif belajar lagi.

"Kita berikan bantuan mungkin tidak sepenuhnya, tetapi paling tidak, anak-anak bisa kembali aktif belajar,” jelasnya.

Nasruddin juga akan segera melakukan perbaikan pada fasilitas rumah ibadah yang porak-poranda. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan rumah ibadah untuk beribadah seperti semula.

“Rumah-rumah ibadah, masjid, serta gereja yang terdampak, semua kita berikan. Mungkin sedikit, tapi itu besar artinya buat teman-teman kita yang tinggal di sana,” katanya.

Kemenag Mendata Fasilitas Keagamaan Yang Rusak
Di samping itu, Nasaruddin dan jajarannya terus melakukan pendataan untuk melihat seberapa banyak fasilitas agama yang rusak.

“Kita mencatat juga beberapa madrasah yang hancur, berapa rumah ibadahnya, dan juga berapa guru-gurunya. Kita akan meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak di tiga provinsi itu,” kata Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, pihaknya sedang merumuskan berbagai variasi pendekatan untuk bisa merealisasikan fasilitas pendidikan agama hingga rumah ibadah. Lantaran dana yang bisa dikucurkan dari Kemenag sangat terbatas.

“Ya, kita sedang merumuskannya sekarang ini, karena banyak variasinya, kita melakukan berbagai macam pendekatan, karena dana kita terbatas dengan kebutuhan di lapangan, maka kita ada prioritas pertama, kedua, ketiga, dan ukurannya sangat objektif, bukan subjektif,” ujarnya.

Meski begitu, Nasaruddin mengaku untuk merealisasikan proses rehabilitasi fasilitas keagamaan hingga rampung dibutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat ya, karena infrastrukturnya dulu harus selesai, kemudian baru dibangun madrasah, pesantren, atau rumah ibadah,” Ia menutup. Gen Z Takeaway Intinya, Kemenag lagi turun langsung buat ngeberesin fasilitas agama yang rusak habis banjir di Sumatera. Fokusnya biar anak-anak bisa balik sekolah, pesantren bisa jalan lagi, dan warga bisa ibadah dengan tenang. Meski dana terbatas dan prosesnya bakal makan waktu, pemerintah tetap gas buat prioritasin yang paling urgent dulu supaya kehidupan masyarakat cepat pulih. (Shin/NSR)

bangun pesantren Banjir Sumatera bantuan pendidikan fasilitas rusak Menag Nasaruddin Umar Menteri Agama Nasaruddin Umar pemulihan kemenag Prof Nasaruddin Umar rehabilitasi agama Rumah Ibadah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB