Motif Ayah Tiri Alvaro Melakukan Pembunuhan Terhadap Anaknya: Cemburu Istrinya Selingkuh?
astakom.com, Jakarta - Delapan Bulan setelah Alvaro Kiano Nugroho hilang tanpa jejak. Saat ditemukan, Alvaro sudah dalam keadaan tak bernyawa dan tinggal kerangka.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Alvaro diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya, Alex.
Hal tersebut diakui langsung oleh pelaku saat ditangkap oleh kepolisian dan diperiksa secara intensif.
Motif Penculikan
Motif Alex berakar dari rasa dendam dan cemburu terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri. Ia curiga istrinya berselingkuh.
“Muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya. Nah, di situ ada motif tersendiri terhadap si tersangka ini untuk melakukan pembunuhan itu terhadap anak,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).
Sebelum penculikan, Alex kerap mengirim pesan ancaman kepada istrinya, termasuk rencana balas dendam.
Pada sore hari kejadian, Alex datang ke rumah Alvaro di Bintaro, Pesanggrahan, dan mengajak bocah itu membeli mainan. Namun Alvaro kemudian menangis mencari kakeknya, Tugimin. Alex yang kesal kemudian membekap mulut Alvaro dengan handuk.
"Pada saat korban tiba dalam kondisi menangis enggak berhenti sehingga diikat hingga meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Jasad Alvaro lalu dimasukkan Alex ke dalam plastik dan disimpan di garasi rumah, tertutup mobil silver, selama tiga hari.
Pembuangan Jasad di Tenjo
Selama periode itu, Alex bolak-balik ke Tenjo, Kabupaten Bogor, untuk mencari tempat pembuangan. Ia memilih daerah tersebut karena memiliki kerabat yang tinggal di sana dan diduga terlibat membantu.
“Tersangka ini sudah bolak-balik untuk ke Tenjo. Dan dia tahu lokasi mana yang sepi untuk membuang di sana. Dan akhirnya memilih salah satu tempat yang mana di jembatan (Cilalay) itu dibuang,” jelas Ardian.
Pada 9 Maret 2025, Alex membawa jasad Alvaro dan membuangnya di lokasi tersebut. Kerapat yang diperiksa, berinisial G, mengaku tidak mengetahui isi plastik yang dibawa Alex.
“Untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai anjing. Tapi dia enggak ngecek lagi,” tutur Ardian.
Gen Z Takeaway
Kasus hilangnya Alvaro akhirnya terungkap tragis: delapan bulan dicari, ia ditemukan tinggal kerangka setelah dibunuh ayah tirinya sendiri. Motifnya gelap—dendam dan cemburu buta karena tuduhan perselingkuhan sang istri. Dari ancaman via chat sampai modus “ajak beli mainan”, semuanya berakhir brutal ketika Alvaro dibekap lalu disembunyikan tiga hari sebelum jasadnya dibuang ke Tenjo. Kasus ini jadi reminder keras soal pentingnya deteksi kekerasan domestik dan proteksi anak sebelum tragedi terjadi.













