Jasad Almarhum Alvaro, Anak Berumur 6 Tahun Ditemukan: Berikut Kronologi Meninggalnya

Editor: Alfian Tegar
Senin, 24 November 2025 | 17:02 WIB
Jasad Almarhum Alvaro, Anak Berumur 6 Tahun Ditemukan: Berikut Kronologi Meninggalnya
Jasad Almarhum Alvaro, Anak Berumur 6 Tahun Ditemukan: Berikut Kronologi Meninggalnya (Dok. Ilustrasi Pexels)

astakom.com, Jakarta - Alvaro Kiano Nugroho (6) hilang tanpa jejak. Saat ditemukan, Alvaro sudah dalam keadaan tak bernyawa dan tinggal kerangka.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Alvaro diculik dan dibunuh oleh aya tirinya, Alex.

Kronologi Kasus

Nenek Alvaro, Sayem (53) menjelaskan kronologi penculikan hingga pembunuhan cucunya. Menurut dia, cucunya sudah meninggal sehari setelah hilang dijemput ayah tirinya dari Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, pada 6 Maret 2025.

“Kata Pak polisi itu tanggal 7 nya (cucu saya meninggal),” Kata Sayem saat dimintai keterangan, Senin (24/11/2025).

Sayem mengatakan, Alvaro dibawa oleh Alex dengan iming-iming akan dibelikan mainan. Bocah itu akhirnya mau diajak pergi.

"Karena anak itu kan dijemput di Masjid mau diperjanjikan dibeliin mainan. Langsung dibawa pulang, makanya mau," ucap Sayem.

Namun keesokan harinya, Alvaro disebut terus menangis mencari sang kakek yang biasa ia panggil “bapak”. Dari keterangan yang diterima keluarga, tangisan itu diduga membuat Alex emosi hingga menutup mulut Alvaro dengan handuk. Akibat tindakannya itu, Alvaro meninggal dunia.

"Mungkin katanya Alex kesel, gitu. Terus dikep pakai anduk mulutnya. Terus Alex sendiri ngomong kalau itu tuh enggak sengaja, gitu. Maksudnya cuma ini kok ternyata sudah enggak ada, katanya," ucap Sayem.

Jasad Almarhum Kiano Dititipkan

Setelah mengetahui Alvaro tak bernyawa, Alex disebut panik. Ia menitipkan jasad anak tirinya itu ke rumah adiknya di Bogor.

"Terus dibawa, dititipin di adiknya di daerah Bogor, katanya. Dalam keadaan sudah ditemukan. Tapi itu pun juga nyuruh orang, enggak dia sendiri. Takut ketahuan apa-apa. Terus nanti adiknya sih kena, katanya. Soalnya dititipin, mayat," ucap dia.

Tak lama, jasad Alvaro kemudian dibungkus plastik dan diikat pada batang pohon di sekitar aliran kali di dekat Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Jadi itu sudah di plastik gitu, diikat. Terus diikat lagi sama pohon," ucap dia.

Warga Cium Bau Menyengat

Saat itu, warga sekitar mencium bau menyengat. Warga sempat bertanya asal-muasal aroma tak sedap, oleh keluarga Alex disebut berasal dari bangkai hewan.

"Terus begitu paginya dibawa, katanya, ada yang ngomong tetangga, ini kok sudah bau apaan, katanya. Ini mah bangkai anjing, katanya. Padahal itu Alvaro Kiano. Iya, itu pakai anjing, katanya," ucap dia.

Ayah Tiri Almarhum Disebut Bunuh Diri

Sementara itu, Alex disebut telah bunuh diri di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Tugimin (71) selaku kakek dari Alvaro.

Ia mengatakan pelaku bunuh diri setelah ditangkap dan ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Ya, pelakunya sendiri ternyata adalah ayah tirinya. Ayah tirinya dan bahkan sekarang sudah bunuh diri, meninggal, di Polres Jakarta Selatan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/11) malam.(aLf/aSP)

Gen Z Takeaway

Kasus tragis Alvaro Kiano ini benar-benar nunjukin betapa rentannya anak ketika ada orang dewasa yang menyalahgunakan kepercayaan. Dari iming-iming mainan sampai tindakan kejam yang bikin nyawanya melayang, semuanya terjadi dalam lingkup keluarga sendiri. Setelah itu, pelaku malah berusaha nutupin jejak dengan menitipkan dan menyembunyikan jasad korban. Cerita ini jadi pengingat keras kalau kewaspadaan terhadap kekerasan pada anak harus lebih serius, dan sistem perlindungan anak perlu terus diperkuat biar hal kayak gini nggak kejadian lagi.

Alvaro Dibunuh Ayah Tirinya Alvaro Diculik Alvaro Kiano Nugroho Alvaro Meninggal Ayah Tiri Alvaro Kronologi Kasus Alvaro

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB