Update Pengamatan Gunung Semeru Minggu Ini: Terjadi 2 Kali Erupsi Pagi tadi, 165 Warga Jalani Perawatan
astakom.com, Jakarta - Kabar terbaru berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, Terjadi erupsi sebanyak dua kali pagi ini. Erupsi terjadi pukul 05.38 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 meter di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut).
Lalu, erupsi kembali terjadi pukul 05.49 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut).
"Gunung Semeru mengalami 2 kali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 500 - 700 meter. status masih level 4 atau awas," ujar Petugas Pos Petugas Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian dalam keterangannya, Minggu (23/11/2025).
Masyarakat diminta agar tidak melakukan aktivitas di radius 20 kilometer dari puncak dan 500 meter dari sepadan sungai Besuk Koboan.
Selain itu juga masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru.
"Masyarakat diimbau mewaspadai potensi terjadinya guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari gunung Semeru," pungkas Sofian.
165 Warga Jalani Perawatan
Sebanyak 165 warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjalani perawatan akibat bencana erupsi Gunung Semeru.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Lumajang, 3 orang mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD dr Haryoto Lumajang.
Adapun sisanya, sebanyak 162 warga menjalani rawat jalan di puskesmas maupun posko kesehatan di setiap pengungsian.
Kepala Dinkes-P2KB Kabupaten Lumajang, dr Rosyidah mengatakan bahwa diagnosis terbanyak dari keluhan kesehatan yang dialami pengungsi dan warga sekitar lokasi bencana yakni sakit kepala, pegal-pegal, ISPA, nyeri perut, demam, dan iritasi kulit.
"Penderita terbanyak adalah kelompok usia antara 15-60 tahun," kata Rosyidah di Lumajang, Minggu (23/11/2025).
Dinkes P2KB Sediakan 6 Fasilitas Kesehatan
Rosyidah mengatakan, pihaknya menyediakan 6 fasilitas kesehatan yang bisa diakses oleh para pengungsi maupun warga yang berada di sekitar lokasi bencana.
Faskes tersebut di antaranya Puskesmas Pronojiwo, Penanggal, Candipuro, RSUD Pasirian, dan RSUD dr Haryoto Lumajang. "Warga juga bisa mengakses layanan public safety center di 199," katanya.
Hingga hari ini, pasca-erupsi Gunung Semeru, ada 645 jiwa di dua lokasi pengungsian. Rinciannya, di posko pengungsian SMPN 2 Pronojiwo terdapat 192 pengungsi dan SDN 4 Supiturang ada 214 jiwa. Adapun sisanya, sebanyak 239 jiwa tersebar di rumah-rumah keluarga para penyintas.
Rumah warga yang rusak berat diketahui berjumlah 22, ditambah 1 bangunan SDN 2 Supiturang yang sudah hancur. Masa tanggap darurat bencana Gunung Semeru akan berakhir pada Selasa (25/11/2025). (aLF/ aSP)
Gen Z Takeaway
Erupsi Semeru yang dua kali meletup pagi ini jadi reminder serius kalau aktivitas vulkanik itu real threat, apalagi status masih di level awas. Kolom abu sampai 700 meter dan imbauan menjauhi radius 20 km bikin jelas: safety first, no debate. Di sisi lain, ratusan warga masih dirawat dengan keluhan beragam, sementara fasilitas kesehatan dan posko pengungsian terus jadi tumpuan. Intinya, ini momen di mana solidaritas, mitigasi bencana, dan disiplin warga harus sinkron biar dampaknya nggak makin luas.













