Koperasi Merah Putih Pertama di Kota Bogor Telah Beroperasi: Jadi Contoh 67 Koperasi di Kelurahan Lain
astakom.com, Jakarta - Koperasi Merah Putih (KMP) pertama di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor sudah beroperasi sejak 10 November lalu. Diharapkan KMP pertama di Kota Bogor tersebut, menjadi contoh bagi 67 koperasi sejenis di 67 kelurahan lain untuk bisa segera melayani berbagai kebutuhan masyarakat setempat.
Dari 68 Koperasi Merah Putih di 68 Kelurahan yang telah dikukuhkan pada Juli lalu, sebagian masih dalam proses pembangunan dan penyiapan operasi. Sedangkan yang telah beroperasi pertama kali, yakni Koperasi Merah Putih di Kelurahan Bantarjati.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor menyebutkan saat peresmian beroperasinya Koperasi Merah Putih di Kelurahan Bantarjati, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin berharap, dengan kemitraan yang sudah dan mumpuni, Koperasi Merah Putih Kelurahan Bantarjati bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
"Pemkot Bogor siap memfasilitasi koperasi dengan mitra, termasuk bersinergi dengan program Makan Bergizi Gratis," kata Jenal Mutaqin, dalam keterangannya Minggu (23/11/2025).
KMP Jadi Ekosistem Perekonomian Baru Tingkat Desa/Kelurahan
Ia juga menegaskan Koperasi Merah Putih (KMP) yang menjadi Gerakan Nasional dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi dari tingkat desa/kelurahan bisa menjadi ekosistem perekonomian baru.
Koperasi Merah Putih Kelurahan Bantarjati diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Pembiayaan Rudi Wijaya.
Jenal Mutaqin mengatakan, peresmian Koperasi Merah Putih Bantarjati menjadi yang pertama diluncurkan di Kota Bogor. Dengan kemitraan yang sudah ada dan mumpuni, KMP Bantarjati diharapkan bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.
Koperasi Merah Putih Bantarjati diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi wilayah lain untuk menjalin koneksi dengan para stakeholders, meskipun masih ada banyak keterbatasan.
"Mudah-mudahan bisa menjadi ladang ekosistem perekonomian dan memberikan dampak kesejahteraan bagi warga masyarakat," katanya.
KMP Bantarjati Jadi Model Digitalisasi dan Kemandirian Ekonomi
Stafsus Menteri Koperasi (Menkop) Bidang Pembiayaan Rudi Wijaya Koperasi Merah Putih Bantarjati juga diharapkan bisa menjadi penghubung seluruh koperasi di Kota Bogor.
"Kita butuh semua koperasi yang terdigitalisasi. Kita bisa memantau terkait kebutuhan koperasi, keanggotaan, simpanan, dan kegiatan perekonomian di semua koperasi,” ujarnya.
Tak hanya untuk Kota Bogor, Koperasi Merah Putih Bantarjati bisa menjadi contoh nasional, terutama terkait inovasi dan kemandirian koperasi yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi semua harus kreatif, dan harapan kita, koperasi ini bisa berjalan dengan baik serta menumbuhkan kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.
Di Koperasi Merah Putih Bantarjati tersedia berbagai kebutuhan pokok yang dijual, jasa simpan pinjam, hingga layanan transaksi yang sudah berbasis digital.
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Bantarjati Sopian mengatakan berdirinya koperasi ini juga untuk memacu minat masyarakat dalam berkoperasi.
"Kami akan membuktikan bahwa masyarakat Bantarjati ingin menjadi anggota koperasi, dengan harapan perekonomian bisa berkembang," katanya.
Gen Z Takeaway
Koperasi Merah Putih Bantarjati yang jadi pionir di Bogor ini kayak prototype ekonomi kerakyatan yang relevan banget buat era sekarang: digital, kolaboratif, dan grounded di tingkat kelurahan. Dengan dukungan Pemkot dan Kemenkop, KMP nggak cuma jual kebutuhan pokok atau layanan simpan pinjam, tapi dibayangin sebagai mini-ekosistem ekonomi yang bisa nge-trigger 67 kelurahan lain buat ikut naik kelas. Intinya, kalau model kayak gini konsisten dijalankan, koperasi bisa balik jadi motor kesejahteraan, bukan sekadar papan nama.













