Update Erupsi Semeru, Status Masih Awas! Aktivitas Erupsi Tinggi, Pemprov Intensifkan Penanganan Evakuasi Warga
astakom.com, Jakarta - Dilaporkan pada hari ini, Jumat (21/11/2025), aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih berada pada tingkat tertinggi, Level IV (Awas).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas gunung semeru pada pukul 00.00-06.00 WIB (21/11/2025), mencatat intensitas erupsi dan kegempaan yang masih tinggi meski cuaca di sekitar puncak cenderung mendung dan tertutup kabut.
Dalam laporan yang dibuat Rudra Wibowo, A.Md., dan dikutip dari laman MAGMA Indonesia, secara visual, Gunung Semeru teramati jelas hingga tertutup kabut 0–III.
Asap dari kawah Jonggring Saloko tidak tampak selama periode pemantauan dini hari, kemungkinan akibat cuaca mendung serta hujan yang berlangsung sejak malam. Angin berhembus lemah ke arah tenggara.
Suhu udara tercatat stabil di kisaran 23–23,7 derajat Celsius, menunjukkan kondisi atmosfer yang lembap akibat curah hujan.
Meskipun tertutup kabut, aktivitas internal gunung menunjukkan bahwa Semeru masih berada pada fase erupsi aktif.
Aktivitas Seismik Semeru Masih Tinggi
Dalam periode enam jam tersebut, instrumen seismograf mencatat 45 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 58–184 detik.
Selain itu, terekam 6 kali gempa guguran beramplitudo 2–4 mm dengan durasi 40–74 detik. Aktivitas juga disertai 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2–4 mm dan durasi 34–69 detik.
Sementara itu, terdapat 5 kali gempa tektonik jauh beramplitudo 4–8 mm, dengan selisih waktu S-P 14–16 detik dan durasi 25–53 detik.
Data tersebut menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih terjadi. Keberadaan letusan berturut-turut dalam periode singkat ini menjadi indikator bahwa Semeru belum memasuki fase stabil.
Dengan curah hujan yang cukup deras pada kawasan puncak, potensi terbentuknya aliran lahar pada sungai-sungai yang berhulu di Semeru meningkat.
Abu dan material vulkanik yang mengendap di lereng dapat tersapu aliran air dan berdampak hingga ke daerah hilir.
Sungai-sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang tersambung dengan sistem Kobokan.
Penanganan pengungsi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan seluruh pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru telah mendapatkan penanganan maksimal, baik tempat pengungsian, fasilitas dapur umum, maupun layanan kesehatan.
"Insyaallah ter-manage ya. Bagaimana itu yang mengungsi, kemudian dapur umumnya, kemudian layanan kesehatannya," kata dia di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis 20 November 2025.
Ia juga telah menyerahkan bantuan logistik, berupa makanan, untuk korban berusia anak-anak dan lansia. Untuk korban yang mengalami luka bakar akibat terkena material panas erupsi Gunung Semeru, kata dia, telah mendapatkan penanganan intensif dari tim kesehatan.
Evakuasi warga lereng terus diupayakan
Khofifah mengakui sempat mengalami kesulitan merelokasi warga yang bermukim di kaki Gunung Semeru. Sepeti di Desa Supit Urang, Pronojiwo, Kabupaten Malang. Lantaran sebagian besar banyak beraktivitas dan bekerja di kebun dan menambang pasir.
Mereka, katanya, berada di zona merah. Sekitar 100-an rumah yang berada di sekitar lokasi. Saat kejadian erupsi, katanya, BPBD Kabupaten Lumajang sudah memperingatkan dan meminta evakuasi. Apalagi dalam tempo satu jam, status Gunung Semeru naik dari waspada ke awas.
“Mitigasi dan evakuasi sudah bagus. Warga sudah aman di lokasi pengungsian di gedung sekolah dan balai desa setempat,” katanya.(aLf/aSP)
Gen Z Takeaway
Semeru masih di Level IV dan nunjukkin aktivitas erupsi yang intens, ditambah hujan yang bikin risiko lahar makin tinggi. Di tengah kondisi yang belum stabil ini, Khofifah memastikan evakuasi, dapur umum, dan layanan kesehatan buat warga terdampak berjalan aman. Meski relokasi sempat susah karena banyak warga beraktivitas di zona merah, mitigasi akhirnya terlaksana dengan baik.













