Pasca Insiden SMA Kelapa Gading, Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Kembali Normal
astakom.com, Jakarta - Kepolisian mengatakan jumlah korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta, yang masih di rawat di rumah sakit terus menurun. Saat ini, korban yang masih di rawat tersisa 10 orang.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
"Pasien rawat inap per hari ini (16 November) ada 10 orang," kata Budi Hermanto saat dihubungi wartawan, Senin (17/11/2025).
Budi menjabarkan korban ledakan yang masih dirawat tersebar di empat rumah sakit. Total 10 korban ini, termasuk dengan siswa pelaku ledakan yang masih dirawat di RS Polri.
Rinciannya Lima korban dirawat di RS Islam Cempaka Putih, Tiga korban dirawat di RS Yarsi, Satu korban di RSCM, Satu korban di RS Polri.
Kegiatan Pembelajaran tatap muka kembali normal
Sebagian siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta, sudah bersekolah tatap muka pada hari ini (17/11/2025).
Pembelajaran tatap muka ini kembali dilakukan pihak sekolah pascaperistiwa insiden ledakan di sekolah lebih dari sepekan lalu.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim tak seluruh siswa di SMA 72 Jakarta ikut pembelajaran tatap muka. Dia mengatakan sebagian ada yang tetap mengikuti secara daring.
Dia bilang, sebelumnya mengatakan siswa dan orang tua diperkenankan untuk memilih apakah ikut belajar tatap muka atau daring.
"Senin, 17 November mulai pembelajaran secara luring dan daring. Siswa dan orangtua diperkenankan memilih," kata Chico saat dikonfirmasi, Senin pagi.
Sebagaimana diketahui, peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat (7/11) saat khotbah salat Jumat. Sebanyak 96 orang menjadi korban.
Densus 88 sebelumnya juga telah memastikan insiden ledakan SMAN 72 yang dilakukan pelaku berinisial ABH tidak terkait tindak pidana terorisme. Tindakan itu murni kriminal umum.
Selain itu, dikabarkan sejumlah siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta, ingin pindah sekolah karena adanya insiden ledakan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Pramono meminta dinas terkait mencari solusi terbaik.
Ayah dan Kakak Pelaku akan Dimintai Keterangan
Kasus ini masih dalam pengusutan kepolisian. Ayah dan kakak dari pelaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH) akan kembali diperiksa oleh penyidik pekan ini.
Rencananya, ayah dari pelaku akan diperiksa lagi pekan ini. Pemeriksaan juga akan dilakukan bersama dengan kakak dari pelaku.
"Diagendakan juga minggu depan (minggu ini) untuk meminta keterangan dari keluarga ABH, ayah dan kakak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Senin (16/11/2025).
Sementara itu polisi belum memeriksa ibunda pelaku. Budi menyebut ibunda dari pelaku masih di luar negeri.
"Masih di luar negeri," jelasnya.
Sementara pelaku ledakan saat ini telah dipindah ke kamar inap RS Polri. ABH sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Budi mengatakan penyidik akan berkoordinasi dengan tim dokter hingga KPAI terkait rencana pemeriksaan kepada ABH.
“Penyidik masih akan berkoordinasi dengan dokter yang merawat apakah kondisi ABH sudah benar-benar pulih dan bisa diminta keterangan, lalu akan berkoodinasi dengan Bapas, KPAI, dan APSIFOR untuk pendampingan saat pemeriksaan,” tutur Budi.(aLf/aSP)
Gen Z Takeaway
Korban ledakan SMAN 72 yang masih dirawat kini tinggal 10 orang, sementara polisi terus mendalami kasusnya dengan pemeriksaan keluarga pelaku secara terarah dan hati-hati. Sekolah juga mulai jalan lagi dengan sistem hybrid biar siswa bisa pilih yang paling aman. Meski trauma masih terasa, fokus sekarang ada pada pemulihan, kejelasan penyelidikan, dan memastikan keamanan sekolah ke depan.













