Kapolri Sampaikan Update Insiden di Sekolah Kelapa Gading, Pelaku Diduga Salah satu Siswa dan Masih Berusia 17 Tahun
astakom.com, Jakarta -Insiden ledakan, yang terjadi di sebuah sarana pendidikan kemarin, masih terus dilakukan penelusuran kepada para pihak di TKP.
Seperti diketahui, insiden pada salah satu sekolah di Kelapa Gading Jakarta Utara itu mengakibatkan 50an lebih siswa-siswi mengalami luka- luka.
Aparat kepolisian sudah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP.
Pelaku Diduga Siswa Sekolah Setempat
Berdasarkan laporan sementara, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan terduga pelaku peledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara diketahui masih berusia 17 tahun. Pelaku merupakan siswa dari SMAN 72 Jakarta
Terkait hal itu, bersama awak media lainya, Redaksi astakom menelusuri tiga orang siswa SMAN 72 yang datang ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih pada Jumat malam dan diwawancarai kepada media.
Ketiganya yakni K (17), R (16) dan M (17) yang sedang menjenguk teman-teman mereka yang menjadi korban ledakan di sekolah.
Kesaksian Korban di TKP
K (17) mengatakan, ia dan rekan-rekannya menduga pelaku adalah siswa yang fotonya tersebar sedang berada di dekat senjata usai peristiwa ledakan terjadi.
Dugaan itu karena siswa tersebut satu-satunya yang berada di dekat senjata. Namun, ketiga siswa engan mengungkapkan nama siswa yang dimaksud.
K hanya mengatakan, terduga pelaku merupakan siswa kelas XII IPS. "Kenalnya dari TK. Dia lebih tua satu tahun di atas saya," ujar K Jumat malam (7/11/2025).
Saat masih kecil siswa itu cukup ceria dan mereka sering bermain bersama. Namun, ketika sudah dewasa siswa tersebut dikenal pendiam.
Meski begitu, K masih sering bertegur sapa dengan siswa tersebut.
Terduga Pelaku Merupakan Korban Bullying
Sementara itu menurut siswa lain, R (16), mengaku sempat beberapa kali mendengar kabar bahwa terduga pelaku sering menerima perundungan (bully) dari kawan-kawan sekelasnya.
Sementara itu menurut siswa lain, R (16), mengaku sempat beberapa kali mendengar kabar bahwa terduga pelaku sering menerima perundungan (bully) dari kawan-kawan sekelasnya.
"Selama ini dengar kalau dia pernah di-bully. Dia juga terkenal pendiam. Dia sering di kelas aja," kata Raka.
"Tapi akhir-akhir ini kita tidak tahu apakah dia kena bully lagi atau tidak," lanjut dia.
Berdasarkan kabar yang didengar R dari sejumlah kawan sekelas terduga pelaku, yang bersangkutan memiliki kebiasaan menonton video gore.
Video gore merupakan genre video yang menampilkan kekerasan fisik.
"Dia suka nonton video gore kalau kata temen-temennya," ungkap R.
Update Korban Luka
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah mengunjungi para korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading di RSI Cempaka Putih. Margaret mengungkap di RS ini ada 7 korban yang dioperasi.
"Ada sebagian yang harus dioperasi ya. Tadi data terakhir ada sekitar 7 anak, tapi yang kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa pulang, sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang," kata Margaret di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11) malam
Margaret menyebut 14 korban akan dirawat inap di RS ini. Untuk data pasti berapa korban yang telah menjalani perawatan, masih dilakukan pendataan.
"Informasinya tadi, 33-an anak yang masih ada di sini, pas saya sampai sini sudah bertambah. Tapi rupanya bertambahnya karena sebagian anak tadi ada yang dibawa ke puskesmas. Rupanya kondisinya tidak memungkinkan ditangani di puskesmas," tuturnya.
Para korban, kata dia, pasti mengalami trauma psikologis dan membutuhkan pendampingan. Namun penanganan akan difokuskan dulu menyembuhkan korban luka.
Himbauan Presiden Prabowo
Menanggapi kejadian itu, Presiden Prabowo juga telah memberikan respon.Melalui Mensesneg Prasetyo Hadi, Presiden Pravowo memberi pesan kepada berbagai pihak terkait agar melakukan penanganan segera, khususnya bagi para korban.
Presuden juga menghimbau agar segenap warga negara saling memberi pengawasan d liingkungan tempat aktifitas masing- masing, dalam rangka menjaga kondusifitas dan ketertiban umum. (aLF/aSP)
Gen Z Takeaway
Kasus ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading bikin publik kaget, pelakunya diduga siswa 17 tahun yang dikenal pendiam dan pernah dibully. Teman-temannya bilang ia suka nonton video gore. Sementara puluhan korban masih dirawat. Tragedi ini jadi alarm soal pentingnya empati dan perhatian serius pada kesehatan mental di sekolah.
Diperbarui 22.05 WIB (08/11/2025)













