Menkop Ferry Juliantono Resmikan Kopdes Merah Putih Metuk Boyolali

Editor: Usman
Senin, 27 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Menkop Ferry Juliantono Resmikan Kopdes Merah Putih Metuk Boyolali

astakom.com, Boyolali— Presiden Prabowo Subianto  terus menggenjot capaian pada program prioritas yang disusun bersama Kabinet Merah Putih. Diantara banyaknya program prioritas yang berorientasi pada bida Kesra, salah satunya adalah Koperasi Merah Putih.

Bukti nyata mulai terealisasinya program tersebut aalah, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) Metuk di Boyolali, Jawa Tengah. Target pembentukan Koperasi Merah Putih yang bertujuan pada kemerataan ekonomi di sektor kerakyatan menjadi bukti bahwa koperasi mampu berfungsi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat.

Sesuai dengan misi Presiden RI Prabowo Subianto, koperasi dipandang sebagai kekuatan kecil yang jika disatukan akan menjadi daya dorong besar bagi pembangunan nasional.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam kegiatan peresmian Kopdes Merah Putih Metuk dalam keteranganya kepada redaksi astakom.com, kemali menegaskan kembali arah ekonomi kerakyatan yang diinginkan dimaksud Presiden Prabowo.

“Sesuai apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada rapat paripurna setahun kepemimpinan. Beliau ingin mengembalikan arah ekonomi yang sesuai dengan konstitusi. Ekonomi dibangun dan disusun berdasarkan gotong-royong,” kata Ferry dikutip langsung reporter astakom.com.

Kebangkitan Ekonomi Desa

Ferry mengingatkan pengurus Kopdes MP Metuk untuk mampu memetakan potensi desa dan mengolahnya menjadi kekuatan ekonomi. Ia mencontohkan potensi lokal seperti produksi telur asin dan jamu calung yang bisa dikembangkan melalui koperasi.

“Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi gerakan kebersamaan dan kemandirian yang menumbuhkan keadilan serta harapan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ferry, peresmian ini bukan hanya seremoni, melainkan momentum kebangkitan ekonomi masyarakat Desa Metuk. Ia mengajak warga menjadikan koperasi sebagai “rumah bersama,” tempat tumbuhnya usaha, solidaritas, dan semangat gotong royong demi kesejahteraan bersama.

Jadi Percontohan Nasional

Ferry menilai Kopdes MP Metuk sudah memenuhi seluruh kriteria koperasi modern, bahkan melampauinya. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari gerai sembako, klinik umum, klinik gigi, apotek desa, gudang, kantor, ruang fisioterapi, ruang konseling, ruang transit, hingga lahan parkir yang luas.

“Koperasi ini bahkan telah melampaui standar. Ada tempat parkir untuk kendaraan dan kegiatan yang sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat desa,” kata Ferry.

Pemerintah menargetkan hingga Maret 2026 sebanyak 80 ribu Kopdes/Kelurahan Merah Putih terbangun di seluruh Indonesia. Target ini meliputi pembangunan fisik, sarana penunjang, hingga operasional. “Kalau jalan, bisa dibayangkan tahun depan ada 80 ribu (koperasi) yang seperti ini di desa dan kelurahan di Indonesia,” tambah Ferry.

Alternatif dari Jeratan Pinjol

Ferry menekankan pentingnya keberadaan koperasi di desa untuk menjadi alternatif dari jeratan pinjaman online dan rentenir. Ia berharap koperasi dapat berfungsi tidak hanya sebagai tempat menabung, tetapi juga akses pembiayaan yang adil dan aman.

“Presiden ingin masyarakat desa tidak lagi jadi objek atau penerima manfaat, tapi pelaku atau subjek ekonomi,” ujarnya.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan dukungan penuh Pemkab Boyolali terhadap program Kopdes MP. Menurutnya, koperasi desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Boyolali.

“Kami sudah memberikan subsidi Rp1 juta ke setiap kopdes yang sudah terbentuk. Walaupun kecil, tetapi dapat memberikan semangat bagi desa untuk bergerak membentuk Kopdes MP,” jelasnya.

Ia berharap koperasi dapat mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan di Boyolali. “Koperasi juga harus menjadi alternatif dalam menjual hasil pertanian kita. Kopdes MP Metuk ini bisa menjadi percontohan yang luar biasa untuk Boyolali,” kata Agus.

Semangat warga Desa Metuk membentuk Kopdes MP tak lepas dari kecintaan mereka terhadap koperasi. Sumono, Manajer Kopdes MP Metuk, menegaskan bahwa koperasi adalah bagian dari jati diri masyarakat Metuk.

“Kami semangat membentuk Kopdes MP Metuk karena jiwa kami koperasi. Karena ini dari kita, oleh kita, untuk kita. Bagi kami, tantangan bukan rintangan, melainkan harus kita lalui dan kita selesaikan. Desa Metuk bisa bersatu maju jaya sejahtera,” katanya.

Sejak resmi berdiri pada 14 Oktober 2025, Kopdes MP Metuk mencatat omzet sekitar Rp125 juta. Kopdes ini juga menggandeng UMKM lokal untuk memasok barang ke gerai sembako, serta menjual produk air mineral asli produksi Desa Metuk.

Kehadiran Kopdes MP Metuk diyakini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menjadi teladan bagaimana semangat gotong royong dan nasionalisme ekonomi dapat dihidupkan kembali lewat koperasi desa.

Gen Z Takeaway 

Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes MP) Metuk di Boyolali nunjukkin kalau koperasi bukan cuma tempat nabung atau beli sembako, tapi bisa jadi senjata ekonomi rakyat . Menteri Koperasi Ferry Juliantono bilang, visi Prabowo soal ekonomi gotong-royong mulai diwujudkan di level desa dari gerai sembako, klinik, sampai apotek desa.

Bahkan omzetnya udah tembus Rp125 juta sejak lahir 14 Oktober 2025. Intinya, koperasi ini bukti nyata kalau desa bisa mandiri, nolak jerat pinjol/rentenir, dan bangun kekuatan ekonomi dari bawah.

Boyolali Ferry Juliantono Kementerian Koperasi Kopdes Metu Koperasi Koperasi Desa Merah Putih Koperasi Merah Putih

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB