Ayah Alm. Mahasiswa Timothy Anugerah Lapor Kepolisian, Minta Usut Kronologi Kematian Anaknya

Editor: Alfian Tegar
Senin, 20 Oktober 2025 | 22:40 WIB
Ayah Alm. Mahasiswa Timothy Anugerah Lapor Kepolisian, Minta Usut Kronologi Kematian Anaknya
Ilustrasi korban Bullying. (Dok. Pexel.com)

astakom.com, Jakarta - Sampai dengan berita ini di rilis, masih belum ada ketetapan hukum terhadap yang diduga pelaku bullying yang mengakibatkan kematian mahasiswa Timothy Anugerah.

Polresta Denpasar hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra (22), yang diduga bunuh diri akibat kasus bullying, dengan melompat dari lantai 4 gedung fakultas.

"Saat ini kita masih lidik. Nanti hasilnya akan disampaikan secepatnya. Sebab kasus ini sudah sangat menyita perhatian publik di Bali dan bahkan Indonesia," ujar Kasat Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, Senin, 20 Oktober 2025.

Penyelidikan polisi masih berjalan setelah ayah korban, Lukas Triana Putra, melapor ke Polresta Denpasar pada Sabtu sore, 18 Oktober 2025.

Lukas mengatakan laporannya bukan tertuju pada pihak tertentu, melainkan agar keolisian mengungkap penyebab pasti dari kematian anaknya.

Kronologis Belum Jelas dan Perlu Diungkap

Lukas mengungkapkan, informasi seputar kematian anaknya masih simpang siur dan membingungkan keluarga. Beberapa keterangan menyebut Timothy jatuh dari lantai 2, sementara lainnya menyebut dari lantai empat gedung Fisip Unud di Jalan PB Sudirman pada Rabu, 15 Oktober lalu.

"Kronologis yang kita terima selama ini simpang siur. Dari pihak kampus, saya rasa juga kelihatannya masih belum memberikan jawaban yang baik dan benar. Oleh sebab itu, saya serahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini," kata Lukas.

Dorongan untuk melapor semakin kuat setelah Lukas melihat langsung tempat kejadian perkara (TKP). Ia menegaskan, tujuannya hanya meminta penyelidikan profesional untuk mengetahui sebab kematian anaknya.

"Tidak ada yang dilaporkan, cuma saya memberitahukan bahwa ini ada kematian, untuk diselidiki. Biar dapat diusut secara kronologisnya, penyebab kematiannya itu karena memang jatuh dari lantai dua, atau lantai empat, ataukah anak saya jatuh karena bunuh diri, atau juga karena kecelakaan," tegas Lukas.

Keteguhan Ayah Korban

Timothy, mahasiswa semester VII program studi Sosiologi FISIP Unud, diduga mengakhiri hidupnya akibat mengalami perundungan (bullying). Menanggapi adanya permintaan maaf dari beberapa mahasiswa yang disebut terlibat, Lukas memilih menyerahkan penyelesaiannya sepenuhnya kepada pihak kampus.

"Saya serahkan ke pihak kampus saja untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saya tidak mau membawa ke ranah pidana," tandasnya.

Meski demikian, penyelidikan kepolisian tetap berjalan untuk mengungkap kebenaran fakta di balik peristiwa tersebut. Polisi telah membentuk tim dan melakukan sejumlah langkah, termasuk mengonfirmasi pihak kampus dan memeriksa saksi-saksi di lokasi.(aLf/ aRSp)

Gen Z Takeaway
Kasus Timothy bukan cuma soal duka, tapi juga soal transparansi dan keadilan yang dituntut publik. Di tengah simpang siur informasi, langkah ayahnya yang memilih jalur hukum dengan tenang dan rasional jadi contoh kalau mencari kebenaran itu nggak harus dengan amarah, tapi lewat proses yang profesional. Buat kita, ini pengingat kalau setiap isu viral di medsos tetap butuh klarifikasi faktual, karena empati tanpa data bisa berubah jadi spekulasi yang malah makin melukai.

Bali Bullying Mahasiswa Udayana Polda Bali Polres Denpasar Timothy Anugerah Universitas Udayana Unud

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB