Pasar Klithikan Kembali Hadir: Ajang Nostalgia Masyarakat Yogyakarta

Editor: Alfian Tegar
Minggu, 19 Oktober 2025 | 00:48 WIB
Pasar Klithikan Kembali Hadir: Ajang Nostalgia Masyarakat Yogyakarta
Pasar Klithikan kembali hadir lewat event Loakarta 2025 (Foto: Dinas Pariwisata Daerah Yogyakarta)

astakom.com, Yogyakarta - Daerah istimewa Yogyakarta, atau sering disebut kota Jogja, selalu punya cerita. Dimasa-masa dulu, banyak hal tentang Jogja diingat orang. Jogja bisa hadir dalam bait-bait lagu country hingga romansa. Jogja juga banyak mnginspirasi karya intelektual hingga jadi setting kisah-kisah drama dalam film.

Diantara banyak hal yang publik ingat tentang Yogyakarta adalah keberadaan pasar Klithikan. Pasar yang menyajikan ragam koleksi klasik hingga barang-barang bekas berharga lainya.

Pasar Klithikan dalam Loakarta 2025

Hari ini pasar Klithikan kembali hadir menyapa masyarakat Yogyakarta lewat event Loakarta 2025. Diadakan pada tanggal 18 - 22 Oktober 2025 secara gratis dan terbuka buat umum di Pakuncen, Yogyakarta.

Di Yogyakarta, Pasar Klithikan bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat. Pasar yang terkenal dengan surganya barang antik mulai dari pernak-pernik kuno, kaset, alat elektronik, pakaian, keramik, uang kuno, miniatur, buku, komponen kendaraan hingga barang vintage lainnya.

Ini menjadi ajang nostalgia dan sederet kenangan banyak orang.

Sejarah Pasar Klithikan

Pasar Klithikan berasal dari kata “Klithikan” dalam bahasa jawa yang artinya barang kecil atau barang bekas.

Pasar Klithikan diresmikan pada 11 November 2007 sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk menata para pedagang klithikan yang sebelumnya berjualan di area trotoar Jalan Mangkubumi, Jalan Asemgede, dan Alun-alun kidul Keraton Yogya.

Festival Loakarya 2025

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan festival ini menjadi langkah konkret untuk menghidupkan kembali suasana pasar yang sempat berjaya pada tahun 2018-2020.

“Festivel Loakarta ini menjadi jawaban dan keberadaan Pasar Klithikan Pakuncen yang sejak beberapa tahun belakangan mati suri. Kami menghadirkan pedagang barang kuno untuk menarik perhatian para pecinta barang antik, khususnya anak muda, agar suasana di sini hidup kembali seperti masa jaya dulu,” ujarnya.

Festival yang berlangsung selama lima hari itu diikuti oleh 250 pedagang barang antik.

Selain pasar kreatif, festival itu turut diramaikan dengan pemutaran bioskop lawas oleh Jogja Asian Film Festival (JAFF). (aLf/aRSp)

Gen Z Takeaway

Loakarta 2025 bukan cuma soal jual-beli barang antik, tapi tentang menghidupkan lagi vibe nostalgia yang dikemas estetik buat generasi sekarang. Dari kaset jadul sampai bioskop la

was, semua jadi ruang seru buat healing sambil belajar sejarah budaya pop Yogya. Intinya, pasar klithikan balik bukan buat masa lalu — tapi buat nyambungin kenangan dan kreativitas anak muda masa kini.

Barang Antik Kota Jogja Loakarta 2025 Pasar Klithikan Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB