Prabowo Gulirkan Magang Digaji Pemerintah, 1.666 Perusahaan Telah Buka 26 Ribu Lowongan

Editor: Usman
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 06:47 WIB
Prabowo Gulirkan Magang Digaji Pemerintah, 1.666 Perusahaan Telah Buka 26 Ribu Lowongan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beri keterangan ke wartawan usai Ratas. (Foto: BPMI setpres)

astakom.com, Jakarta – Pemerintah tengah menggulirkan program Magang Lulusan Perguruan Tinggi (Magang Bergaji) sebagai salah satu langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja muda. Program ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025 dan ditargetkan mampu menyerap 100 ribu peserta hingga akhir tahun.

Hingga saat ini, sebanyak 1.666 perusahaan telah bergabung dalam program tersebut, dengan total 26.181 lowongan magang yang disediakan. Antusiasme para lulusan baru terlihat dari jumlah pelamar yang mencapai 156.159 orang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, inisiatif ini lahir dari arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden menekankan pentingnya percepatan penyerapan tenaga kerja baru sekaligus peningkatan daya saing lulusan perguruan tinggi agar siap menghadapi tantangan dunia industri modern.

Energi Besar di 17 Oktober: Ulang Tahun Presiden Prabowo dan ’17 Oktober Men’ Tokoh Dunia

“Per hari ini jumlah perusahaan yang mendaftarkan dan menyiapkan posisi kerja ada 1.666 perusahaan. Posisi yang ditawarkan adalah 26.181 lowongan, dan jumlah pelamarnya adalah 156.159 orang,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Pos Indonesia, Cikini, Jumat (17/10).

Program ini dijalankan dalam dua tahap. Gelombang pertama dimulai pada 20 Oktober 2025 dengan melibatkan 20 ribu peserta. Para peserta telah ditempatkan di berbagai perusahaan swasta, BUMN, hingga lembaga pemerintah. Sementara itu, gelombang kedua akan dibuka pada November 2025 dengan target tambahan 80 ribu peserta.

“Tujuannya agar memberikan pengalaman kerja bagi para lulusan baru, fresh graduate, baik itu di dunia usaha, industri, dan BUMN, termasuk lembaga pemerintah dan Bank Indonesia. Program ini untuk mendorong penciptaan lapangan kerja produktif di berbagai sektor. Peserta magang gelombang pertama sebanyak 20 ribu orang, dan ini sudah dibuka dan mulai bekerja tanggal 20 Oktober ini,” jelasnya.

“Kemudian bulan depan akan dibuka kembali dan ditingkatkan menjadi 80 ribu peserta magang,” Airlangga menambahkan.

Bertepatan Ulang Tahun Presiden Prabowo, Hari Listrik Nasional Ke-80 PLN Tawarkan Diskon

Dengan skema dua gelombang tersebut, pemerintah optimistis target 100 ribu peserta magang dapat tercapai sesuai jadwal hingga akhir tahun.

Salah satu hal yang membuat program ini menarik adalah dukungan finansial dari pemerintah. Setiap peserta akan menerima uang saku bulanan dengan besaran yang disesuaikan dengan standar upah minimum di daerah masing-masing.

“Dan seluruh peserta magang diberikan uang saku per bulan yang besarannya sama dengan uang saku daerah kabupaten dan kota. Dan di samping itu juga mendapat iuran untuk jaminan kehilangan kerja dan JKM. Dan itu tidak memotong uang saku yang diberikan oleh pemerintah,” ucap Airlangga.

Artinya, selain memperoleh uang saku, peserta juga dijamin dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Pemerintah menanggung iuran Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Kematian (JKM), sehingga peserta tetap terlindungi meski masih berstatus magang.

Program ini juga melibatkan sejumlah perguruan tinggi besar dalam penyediaan calon peserta serta penyusunan kurikulum kerja. Beberapa universitas yang ikut serta di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pancasila, dan lainnya.

Airlangga Tegaskan Pembebasan TKDN AS Hanya Berlaku untuk Sektor Tertentu

Kolaborasi ini dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki bekal keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri.

Airlangga menekankan bahwa Magang Bergaji bukan sekadar program sementara, melainkan katalis untuk mempercepat transisi lulusan muda ke dunia kerja formal. Dengan pengalaman yang diperoleh, para peserta diharapkan lebih kompetitif dan siap bersaing di pasar kerja global.

“Program ini diharapkan menjadi katalis untuk menciptakan lapangan kerja produktif serta mempercepat transisi lulusan muda ke dunia kerja formal,” tegasnya.

Prabowo Gulirkan Stimulus Ekonomi

Selain Magang Bergaji, paket stimulus ekonomi kuartal IV 2025 juga mencakup bantuan langsung tunai (BLT) tambahan untuk lebih dari 35 juta keluarga. Diperkirakan, kebijakan ini dapat menjangkau hingga 140 juta warga Indonesia penerima manfaat.

Dengan kombinasi antara BLT dan program magang, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja baru. Kedua program ini diarahkan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2025.

Secara keseluruhan, Program Magang Bergaji dipandang sebagai langkah strategis yang menjawab tantangan tingginya angka pengangguran lulusan baru. Selain memberikan pengalaman kerja, program ini juga menegaskan kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan dan masa depan generasi muda Indonesia.

Gen Z Takeaway

Program Magang Bergaji ini bukan cuma soal cari pengalaman kerja, tapi juga bikin fresh graduate lebih siap masuk dunia industri dengan bekal nyata, uang saku setara UMP, plus jaminan kerja dan kesehatan. Dengan 100 ribu kuota sampai akhir 2025 dan dukungan ribuan perusahaan, ini jadi peluang emas buat anak muda: nggak cuma “magang isi CV”, tapi benar-benar jalan cepat menuju karier produktif

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB