astakom.com, Jakarta — Pulau Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah global setelah dinobatkan sebagai Pulau Terbaik di Asia dan masuk 10 besar pulau terbaik di dunia versi Readers’ Choice Awards 2025 yang digelar oleh Condé Nast Traveller UK.
Penilaian ini dilakukan berdasarkan survei tahunan terhadap jutaan pembaca di seluruh dunia yang memilih destinasi terbaik berdasarkan keindahan alam, budaya, kuliner, keramahan masyarakat, hingga pengalaman berwisata secara keseluruhan.
Bukti Konsistensi Pariwisata Indonesia
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Widiyanti Putri Wardhana menyambut kabar ini dengan penuh rasa bangga.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena Bali kembali diakui dunia sebagai destinasi unggulan. Ini bukan hanya kemenangan bagi Bali, tapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia yang terus menjaga kualitas layanan dan keaslian budaya lokal,” ujar Widiyanti Putri dalam keterangan pers resmi, Selasa (15/10/2025).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri juga menekankan bahwa penghargaan ini mencerminkan kerja keras pelaku pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat Bali yang konsisten menjaga pariwisata berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin menjadikan capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pariwisata berkelas dunia yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Capaian Skor Tinggi dan Kesan Wisatawan
Dalam daftar Readers’ Choice Awards 2025, Bali meraih skor 96,86 poin, mengungguli sejumlah destinasi ternama di Asia seperti Phuket (Thailand), Langkawi (Malaysia), dan Palawan (Filipina).
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan bahwa skor tinggi tersebut tidak terlepas dari kombinasi keindahan alam dan keramahan masyarakat lokal.
“Bali selalu punya tempat istimewa di hati wisatawan mancanegara. Dari pantai hingga pura, dari kuliner hingga budaya, semuanya autentik dan memikat,” ungkapnya.
Puspa menambahkan bahwa pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan konservasi.
“Kita ingin wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati, tetapi juga menghargai. Bali bukan sekadar destinasi, tapi pengalaman hidup yang utuh,” ujarnya.
Data Kunjungan Wisatawan Meningkat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,04 juta orang sepanjang Januari–Agustus 2025, naik 10,38 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, wisatawan yang berkunjung ke Bali mendominasi dengan kontribusi lebih dari 35 persen.
Sandiaga menjelaskan bahwa lonjakan ini memperlihatkan kepercayaan dunia terhadap pariwisata Indonesia semakin kuat.
“Angka ini menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata pasca pandemi sudah di jalur yang tepat. Bali menjadi contoh nyata bagaimana destinasi bisa pulih dengan cepat berkat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Tantangan dan Komitmen Keberlanjutan
Meski berhasil menorehkan prestasi internasional, Kemenpar selaku leading sektor ekonomi pariwisata mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga reputasi ini justru semakin besar.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Tantangannya sekarang adalah bagaimana memastikan setiap pertumbuhan pariwisata tetap seimbang dengan pelestarian budaya dan lingkungan,” tutur Kemenpar.
Pihaknya juga berkomitmen untuk memperluas penerapan green tourism di berbagai daerah wisata, termasuk di Bali.
“Kami ingin menjadikan Bali bukan hanya destinasi terbaik, tapi juga destinasi paling berkelanjutan di dunia,” tambahnya menegaskan.
Dampak bagi Pariwisata Nasional
Dengan pencapaian ini, Bali diharapkan menjadi magnet utama dalam strategi promosi pariwisata nasional 2025–2026. Beberapa daerah lain seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Danau Toba juga tengah dipersiapkan untuk bersaing di level global.
“Bali tetap menjadi ikon, tapi kita ingin semua destinasi di Indonesia punya standar layanan dan daya tarik sekelas dunia. Itulah arah transformasi pariwisata kita,” tutup uaraian dalam siaran pers yang dikutip dari laman Kemeneterian Pariwisata RI.(aLv.arSp)
Gen Z Take Away
Bali lagi-lagi buktiin kalau pesonanya nggak main-main, berhasil jadi Pulau Terbaik di Asia dan masuk 10 besar dunia versi Condé Nast Traveller 2025. Nggak cuma soal pantai dan sunset, tapi juga karena budaya, keramahan, dan vibe autentiknya yang terus dijaga. Pemerintah pun nggak mau cuma puas dapet penghargaan, tapi dorong pariwisata yang lebih berkelanjutan biar Bali tetap jadi primadona dunia tanpa kehilangan jati dirinya.
Diperbarui 11.26 WIB (16/10/2025)

