Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Horog-Horog, Warisan Kuliner Khas Jepara

astakom, Jakarta – Jepara, salah satu kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal sebagai ‘Kota Ukir’ dengan seni pahatan kayu yang mendunia. Di balik keindahan karya seni ukirnya, tersimpan pula kekayaan kuliner khas yang tak kalah menarik, salah satunya yakni horog-horog.

Berbeda dari makanan tradisional lain seperti soto Kudus atau lumpia Semarang, horog-horog mungkin belum terlalu dikenal luas, meskipun sama-sama berasal dari wilayah Jawa Tengah.

Dilansir dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, horog-horog merupakan makanan khas Jepara yang terbuat dari tepung sagu pohon aren yang diolah hingga menghasilkan butiran kecil menggumpal, dengan warna keabu-abuan dan tekstur kenyal.

Karena sifatnya yang netral, horog-horog sering dijadikan sebagai pendamping nasi untuk disantap bersama bakso, sate kikil, hingga pecel. Kandungan karbohidratnya, menjadikan horog-horog alternatif sumber energi yang cukup mengenyangkan.

Warisan Kuliner Nusantara

Lebih dari sekadar makanan, horog-horog adalah bagian dari identitas budaya masyarakat Jepara. Dahulu, makanan ini mudah dijumpai di pasar tradisional atau dijual keliling. Namun kini, keberadaannya mulai tergerus zaman, tergantikan oleh makanan cepat saji dan tren kuliner modern.

Meski demikian, horog-horog masih bisa ditemukan di beberapa tempat di Kota kelahiran R.A Kartini tersebut, seperti di Pasar Ngabul dan Pasar Jepara Kota. Hal itu berkat upaya sejumlah penjual yang tetap mempertahankan warisan kuliner Nusantara ini.

Sebagai bagian dari kekayaan kuliner lokal, horog-horog tentunya perlu untuk dilestarikan. Selain memiliki nilai historis, makanan ini mencerminkan kreativitas dan kemandirian masyarakat Jepara dalam mengolah hasil alam lokal menjadi pangan alternatif.

Mengutip laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, horog-horog sempat diwacanakan untuk diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke UNESCO pada tahun 2024 lalu.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara bahkan pernah mengadakan Festival Kuliner Tradisional, yang salah satunya menampilkan lomba kreasi menu berbahan dasar horog-horog.

Namun hingga kini, belum ada kabar lebih lanjut terkait realisasi usulan tersebut.(**)

Feed Update

Gen Z Sudah Tahu Belum? Mudik Itu Singkatanya Adalah…

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran 2026, ada krbiasaan uraban yang selalu terjadi di masyarkat Indonesia, 'Mudik'. Kata ini selalu muncul di televisi maupun media...

Jalur Pemudik dan Pelancong Palabuhanratu Rusak hingga Viral, Dedi Mulyadi Bilang “Itu Bukan Jalan Provinsi!”

astakom.com, Jakarta - Jelang lebaran biasanya dibarengi dengan musim mudik dan liburan. Dan yang paling utama bagi pemudik dan pelancong liburan adalah kemanan jalur...

Momen Warga Aceh Tamiang ‘War’ Takjil, UMKM Kembali Pulih Pascabencana

astakom.com, Jakarta — Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera yang jadi komitmen pemerintah semakin tampak hasilnya di lapangan. Di Aceh Tamiang, ramai-ramai masyarakat berburu takjil...

Jaksa yang Tuntut Hukuman Mati ABK Fandi Minta Maaf di Hadapan DPR

astakom.com, Jakarta — Jaksa bernama Muhammad Arfian, yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara yang menuntut hukuman mati terhadap anak buah kapal...

Libur Lebaran 2026 Diprediksi Bikin Wisata Domestik Meledak, 144 Juta Wisnus Siap Jalan-Jalan

astakom.com, Jakarta – Libur Lebaran 2026 diperkirakan kembali menjadi momen besar bagi sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ratusan juta masyarakat akan melakukan perjalanan, baik...

KPK: 5 Orang Ditetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Rejang Lebong

astakom.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu. Melansir astakom.com,...